Balik ke Inggris, Harry dan Meghan Dinilai Gagal Hidup Mandiri

2 hours ago 5

CNN Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 15:00 WIB

Britain's Prince Harry and Meghan, Duchess of Sussex on the long Walk at Windsor Castle on September 10, 2022, before meeting well-wishers. - King Charles III pledged to follow his mother's example of "lifelong service" in his inaugural address to Br Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle balik kampung membuktikan mereka masih "membutuhkan institusi kerajaan." (AFP/KIRSTY O'CONNOR)

Jakarta, CNN Indonesia --

Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle kembali ke Inggris setelah enam tahun minggat dianggap sebagai pengakuan kegagalan mereka hidup mandiri lepas dari Kerajaan Inggris.

Menurut komentator dan pengamat Kerajaan Inggris, Kinsey Schofield, keputusan pasangan tersebut balik kampung membuktikan mereka masih "membutuhkan institusi kerajaan."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kembali ke Inggris adalah sebuah pengakuan kegagalan, terlepas dari apakah Harry dan Meghan cukup jujur secara intelektual untuk mengakuinya atau tidak," ujar Schofield seperti diberitakan Page Six pada Rabu (19/8).

"Mereka meninggalkan Inggris dengan mengatakan kepada dunia bahwa mereka membutuhkan kebebasan untuk berkembang."

"Anda tidak bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun menghina institusi tersebut lalu berharap semua orang akan menyambut dengan karpet merah ketika kehidupan di California ternyata tidak berhasil," kata Schofield.

Schofield juga menilai bahwa pasangan itu telah menjadi sosok yang "sangat tidak disukai" di Inggris, sementara Harry terus "mencari masalah" dengan pemerintah dan sistem peradilan Inggris.

"Saya tidak menyangka mereka berdua punya keberanian untuk benar-benar melakukannya," tambah Schofield. "Jika ini adalah hasil dari rekonsiliasi kerajaan yang besar, Anda tentu berharap sang Raja dilibatkan dalam pembicaraan ini, bukan sekadar diberi tahu setelah keputusan diambil."

Meski Schofield menilai ada perkembangan positif soal hubungan Harry dengan Raja Charles, ia menilai belum ada hilal perbaikan antara Harry dengan abangnya, Pangeran William.

"Pangeran William tetap tinggal dan memikul tanggung jawab yang ditinggalkan Harry," catat Schofield mengenai dua bersaudara yang dulunya sangat akrab itu. "Itu tidak adil bagi William."

"Harry diizinkan untuk mengacaukan hidupnya sendiri, menyerang keluarga Kerajaan, mengomersialkan keluhan pribadi, dan menghabiskan enam tahun bereksperimen dengan kemandirian, hanya untuk kemudian kembali dengan memelas saat semua itu gagal," kata Schofield.

"Harry dan Meghan punya Amerika, Hollywood, kontrak-kontrak bernilai fantastis, ketenaran global, dan segala keuntungan yang bisa dibayangkan," ujarnya. "Namun enam tahun berselang, mereka kembali. Itu adalah sebuah kegagalan."

"Status kerajaan bukanlah hidangan prasmanan," kata Schofield. "Anda tidak bisa menolak tanggung jawab, mengomersialkan asosiasi dengan kerajaan, lalu kembali lagi ke institusi tersebut ketika kenyataan hidup mandiri ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan."

"Harry ingin membuktikan bahwa ia tidak membutuhkan monarki," tegasnya. "Keputusan untuk kembali ke Inggris justru membuktikan sebaliknya."

Menurut laporan People pada Rabu (19/8), Harry dan Meghan akan kembali pindah ke Inggris bersama kedua anaknya, Pangeran Archie yang berusia tujuh tahun dan Putri Lilibet berusia lima tahun.

People menyebut Harry dan Meghan akan kembali ke Inggris untuk jangka waktu yang lama mulai bulan ini. Anak-anak Harry dan Meghan juga sudah dijadwalkan mulai bersekolah di Inggris pada September.

Namun pasangan ini tetap mempertahankan rumah mereka di Montecito, California, serta properti liburan mereka di Portugal, sembari membangun tempat tinggal pribadi di Inggris tanpa ada kaitannya dengan Kerajaan.

Lokasi rumah baru keluarga tersebut serta sekolah anak-anak mereka dirahasiakan dengan ketat.

(end)

placeholder

Read Entire Article
| | | |