Ini Solusi Anak Picky Eater agar Mau Cicip Makanan Baru

2 hours ago 6

CNN Indonesia

Jumat, 21 Agu 2026 15:00 WIB

Punya anak yang picky eater tentu bikin orang tua repot. Namun jangan khawatir, ada sejumlah solusi agar anak mau lebih luwes dalam memilih makanannya. Ilustrasi. Punya anak yang picky eater tentu bikin orang tua repot. Namun jangan khawatir, ada sejumlah solusi agar anak mau lebih luwes dalam memilih makanannya. (iStockphoto/nicoletaionescu)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang tua merasa bingung ketika anak mulai pilih-pilih makanan alias jadi picky eater. Anda perlu tahu solusi anak picky eater agar luwes dalam menerima makanan.

Pilihan makanan anak dapat berubah-ubah, sehingga makanan yang disukai hari ini belum tentu mau dimakannya besok. Situasi tersebut terkadang membuat orang tua khawatir kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, menghadapi anak yang picky eater tidak selalu harus dengan memaksanya menghabiskan makanan. Ada beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan di rumah agar waktu makan terasa lebih menyenangkan.

Dikutip dari Unicef, berikut ini solusi anak picky eater yang dapat dicoba orang tua untuk membangun kebiasaan makan lebih positif.

1. Kenalkan makanan baru secara bertahap

Jangan langsung menyerah ketika anak menolak makanan baru. Tetap tawarkan makanan tersebut pada kesempatan berikutnya tanpa memaksanya.

Orang tua juga dapat mencampurkan sedikit makanan yang kurang disukai dengan makanan yang sudah familiar bagi anak. Misalnya, sayuran dapat ditambahkan ke dalam telur atau makanan favoritnya.

Seiring waktu, selera anak dapat berubah, sehingga makanan yang sebelumnya ditolak mungkin justru mulai disukai.

2. Sediakan beragam makanan bergizi

Salah satu solusi anak picky eater, yaitu tetap menyediakan pilihan makanan beragam. Meskipun anak tidak selalu mau mencoba semuanya, kesempatan untuk melihat dan mengenal berbagai makanan tetap penting.

Berikan kombinasi makanan dari sumber karbohidrat, kacang-kacangan, biji-bijian, susu dan produk olahannya, telur, ikan, daging, serta buah dan sayuran. Variasikan pula bentuk, warna, tekstur, dan cara pengolahannya.

3. Libatkan anak dalam menyiapkan makanan

Mengajak anak terlibat dalam proses menyiapkan makanan dapat membuatnya lebih tertarik untuk makan. Orang tua bisa mengajak si kecil memilih buah atau sayuran saat berbelanja sambil mengenalkan nama, warna, aroma, serta teksturnya.

Di rumah, berikan tugas sederhana sesuai usia, seperti mengaduk adonan atau menata potongan buah di piring. Rasa bangga karena ikut menyiapkan makanan dapat membuat anak lebih antusias untuk mencicipinya.

4. Jangan memaksa anak menghabiskan makanan

Anak perlu belajar mengenali rasa lapar dan kenyang dari tubuhnya sendiri. Jika anak hanya makan sedikit atau menolak makanan tertentu, hindari memaksanya menghabiskan makanan.

Orang tua juga sebaiknya tidak langsung mengganti makanan dengan camilan tinggi gula hanya karena anak menolak menu utama. Selama anak tetap aktif dan tumbuh dengan baik, orang tua dapat terus menawarkan makanan bergizi tanpa pertengkaran.

5. Sesuaikan porsi dengan ukuran perut anak

Salah satu solusi anak picky eater, sesuaikan porsi dengan ukuran perutnya. Ilustrasi. Salah satu solusi anak picky eater, sesuaikan porsi makan dengan ukuran perutnya. (jill111/Pixabay)

Porsi makan anak tidak perlu disamakan dengan porsi orang dewasa. Berikan makanan dalam porsi kecil yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.

Jika makanan habis, orang tua dapat menawarkan tambahan. Jangan lupa memberikan apresiasi ketika anak mau mencoba atau menghabiskan makanannya, meskipun jumlahnya tidak banyak.

6. Hindari menjadikan makanan sebagai hadiah

Memberikan makanan tertentu sebagai hadiah dapat membuat anak menganggap makanan tersebut lebih istimewa dibandingkan makanan lain. Misalnya, permen atau makanan manis selalu diberikan ketika anak berperilaku baik.

Sebagai alternatif, orang tua dapat memberikan penghargaan berupa aktivitas yang menyenangkan, seperti bermain bersama, membaca buku, atau berjalan-jalan.

7. Berikan contoh kebiasaan makan yang baik

Anak banyak belajar dengan meniru orang di sekitarnya. Jadi, orang tua perlu memberi contoh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menunjukkan bahwa mencoba makanan baru itu menyenangkan.

Jika memungkinkan, biasakan makan bersama keluarga. Orang tua dapat mengajak anak berbicara tentang makanan di piring, termasuk rasa, warna, dan teksturnya.

Menghadapi anak yang pilih-pilih makanan membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dengan menerapkan solusi anak picky eater secara bertahap, orang tua dapat membantu si kecil mengenal lebih banyak pilihan makanan tanpa membuat waktu makan terasa menegangkan.

(gas/rti)

Read Entire Article
| | | |