Bos Motor Listrik RI Cemas soal Tarif Trump, Minta TKDN DIjaga

8 hours ago 2

CNN Indonesia

Sabtu, 05 Apr 2025 09:40 WIB

AISMOLI berharap pemerintah dapat segera melakukan inisiatif-inisiatif yang dapat menciptakan pasar lebih kuat usai kebijakan tarif Trump. Ilustrasi motor listrik produksi luar RI. AISMOLI berharap pemerintah dapat segera melakukan inisiatif-inisiatif yang dapat menciptakan pasar lebih kuat usai kebijakan tarif Trump. (AFP/NHAC NGUYEN)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik (AISMOLI), Budi Setiyadi mengatakan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait tarif resiprokal 32 persen ke Indonesia berpotensi mengganggu industri nasional termasuk otomotif di segmen kendaraan listrik.

Menurut dia, meski Indonesia bukan merupakan negara pengekspor sepeda motor listrik atau komponen pendukung ke negara tersebut, tapi tidak bisa dipungkiri akan ada dampak secara tidak langsung.

"Secara makro akan berisiko terhadap inflasi dan penurunan daya beli masyarakat. Selain itu, negara-negara lain yang mengalami kondisi serupa, seperti China, akan mencari pasar alternatif selain Amerika Serikat," kata Budi Setiyadi melalui keterangan resminya, Sabtu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan peran pemerintah sangat dibutuhkan agar tidak banyak masyarakat yang dirugikan atau merasakan dampak secara langsung akibat perang dagang tersebut.

Oleh karena itu, AISMOLI berharap pemerintah dapat segera melakukan inisiatif-inisiatif yang dapat menciptakan pasar lebih kuat untuk melindungi produsen lokal dari kemungkinan gempuran barang-barang impor.

"Salah satu lingkup yang perlu dijaga oleh pemerintah adalah kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk melindungi produk- produk lokal Indonesia dan mencegah dominasi produk impor," ujar dia.

Dalam daftar yang tersebut, Indonesia berada di urutan ke delapan di daftar negara-negara yang terkena kenaikan tarif AS, dengan besaran 32 persen. Sekitar 60 negara bakal dikenai tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS.

Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia bukan negara satu-satunya di kawasan Asia Tenggara yang menjadi korban dagang AS. Ada pula Malaysia, Kamboja, Vietnam serta Thailand dengan masing-masing kenaikan tarif 24 persen, 49 persen, 46 persen, dan 36 persen.

Trump mengatakan bahwa tarif timbal balik itu bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja di dalam negeri.

Ia dan para pejabat pemerintahannya berpendapat bahwa AS telah "dirugikan" oleh banyak negara akibat praktik perdagangan yang dianggap tidak adil.

Tarif-tarif yang telah lama diancamkan Trump itu diumumkan dalam acara "Make America Wealthy Again" di Rose Garden, Gedung Putih.

(antara/vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |