Jakarta, CNN Indonesia --
Brimob Polda Metro Jaya melakukan pemantauan di Terowongan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, usai terjadinya tawuran antarwarga di kawasan tersebut pada awal tahun ini.
"Monitoring pascakejadian kami laksanakan untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif," kata Komandan Satuan Brimob (Dansat Brimob) Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Henik Maryanto di Jakarta, Sabtu (3/1) seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menerangkan langkah itu dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif setelah tawuran yang terjadi sehari sebelumnya.
Monitoring dilakukan sejak pagi hari oleh Unit Patroli Brimob Satuan Brimob Polda Metro Jaya dengan menyisir area terowongan dan sekitarnya.
"Kegiatan ini merupakan upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lanjutan sekaligus memberikan rasa aman kepada warga," katanya.
Sebelumnya pada Jumat (2/1) sekitar pukul 15.00 WIB, terjadi tawuran antarwarga dari Gang Tuyul RW 04 dan warga Magasen RW 012.
Insiden berawal dari petasan yang dinyalakan di sekitar Jalan Dr Saharjo atau Terowongan Manggarai yang kemudian memicu aksi saling serang menggunakan batu dan petasan. Diduga sekitar 20 orang terlibat dalam tawuran tersebut.
Petugas dari jajaran Polrestro Jakarta Selatan yang menerima laporan langsung bergerak membubarkan massa dan mengimbau warga kembali ke permukiman masing-masing. Pembubaran massa itu menggunakan gas air mata.
Aksi tawuran dan pembubaran massa itu membuat sejumlah pengguna KRL di Stasiun Manggarai terdampak gas air mata. Kala itu pihak KAI Commuter Line Indonesia mengonfirmasi ada gas air mata yang mengenai para pengguna KRL di stasiun Manggarai.
"Dapat kami sampaikan adanya gas air mata yang terbawa angin sampai mengenai pengguna Commuter Line di Stasiun Manggarai terkait tawuran di underpass barat Stasiun Manggarai pada Jumat (02/01) sekitar pukul 15.00 WIB," ujar VP Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, saat dikonfirmasi.
Karina mengatakan para pengguna KRL yang terkena gas air mata sudah diarahkan ke pos kesehatan. Ia sekaligus mengatakan perjalanan KRL normal.
"Namun demikian pengguna yang terkena efek gas air mata diarahkan petugas ke pos kesehatan Stasiun Manggarai untuk diberikan penanganan pertama. Sedangkan untuk operasional perjalanan Commuter Line juga tidak terganggu atas kejadian tersebut," ujar Karina.
Sementara itu situasi di lokasi tawuran Terowongan Manggarai kemudian dapat dikendalikan dan dinyatakan aman.
Dalam kegiatan monitoring lanjutan, Unit Patroli Brimob dibagi dalam dua titik, yaitu Terminal Bus Manggarai dan Pintu Air Jalan Tambak Manggarai.
"Personel melakukan patroli sekaligus siaga di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi gangguan lanjutan," kata Henik selaku Dansat Brimob Polda Metro Jaya.
Selain itu, kehadiran Brimob merupakan bentuk dukungan terhadap tugas kepolisian kewilayahan.
"Brimob Polda Metro Jaya siap mendukung upaya kepolisian kewilayahan melalui kehadiran yang preventif, profesional dan humanis guna menjaga ketertiban serta rasa aman masyarakat," katanya.
(antara/kid)














































