Cerita Eks Perwira Intel Israel Temui Pejabat Hamas saat Perang Gaza

5 hours ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan perwira intelijen Israel (Shin Bet), Adi Rotem, pada Sabtu (29/8) mengungkapkan kisah pertemuannya dengan pejabat senior Hamas.

Menurut Adi, dialah negosiator yang mengadakan pembicaraan langsung dengan pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad, pada tahun 2024, dan menekankan bahwa saluran rahasia tersebut telah disetujui oleh "eselon politik." Tahun itu adalah saat Israel sedang menggempur Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut pengakuan Adi kepada Channel 12, pembicaraan tersebut yang pertama kali diungkapkan. Isi pembicaraan adalah membantu memungkinkan kesepakatan dengan Hamas pada Januari 2025, di mana puluhan sandera, baik yang masih hidup maupun yang tewas, dibebaskan secara bertahap sebagai imbalan atas peningkatan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan lebih dari 1.000 tahanan keamanan Palestina yang ditahan di penjara Israel, dikutip dari Times of Israel.

Sebagai bagian dari kesepakatan Januari 2025, kedua pihak juga sepakat untuk mengadakan pembicaraan mengenai fase kedua dan ketiga yang akan mencakup pembebasan semua sandera, mengakhiri perang, dan memastikan penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza.

Namun, gencatan senjata tersebut runtuh di tahap pertama setelah Israel terus menerus menggempur Gaza. Oktober lalu, kesepakatan lain yang didukung AS tercapai untuk mengakhiri perang.

Rotem mengatakan bahwa itu adalah idenya untuk mendekati Hamad, yang menurutnya telah memainkan peran dalam kesepakatan Shalit, perjanjian tahun 2011. Saat itu Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membebaskan 1.027 tahanan keamanan Palestina, Yahya Sinwar.

"Saya mengerti bahwa jika ada alamat, dialah alamat yang tepat. Ghazi Hamad adalah seseorang yang kami kenal dari masa lalu... Dia cukup senior, dan cerdik, memiliki akses ke seluruh pimpinan [Hamas]. Saya tentu tidak naif tentang dia, tetapi ada sesuatu tentang dirinya yang mengatakan bahwa mungkin saja kita dapat melakukan diskusi ini dengannya," kata Adi.

Rotem mengatakan keputusan untuk mencoba melakukan pembicaraan langsung dengan Hamas menyusul enam sandera oleh Hamas pada Agustus 2024 yaitu Hersh Goldberg-Polin, Ori Danino, Eden Yerushalmi, Almog Sarusi, Alexander Lobanov, dan Carmel Gat.

Dia mengingat bahwa sepanjang musim panas tahun 2024 upaya untuk menegosiasikan kesepakatan lebih lanjut dengan Hamas terus berputar-putar tanpa hasil.

"Itu setelah kami menyelesaikan kesepakatan untuk pembebasan sandera perempuan dan anak-anak pada akhir tahun 2023," katanya.

Ketika ditanya secara spesifik apa yang telah ia katakan kepada Hamad, ia menjawab, "Sebenarnya, kata-kata persis itu: Kita adalah musuh di masa perang.

Kita akan terus berperang. Pada saat yang sama, kita memiliki peran fungsional. Saat ini kita sedang menyelesaikan masalah negosiasi. Dan kita akan terus menjadi musuh bebuyutan sesaat sebelum dan sesaat setelahnya."

(imf/bac)

placeholder

Read Entire Article
| | | |