Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah kamera pengawas (CCTV) di kawasan Sudirman dan Bundaran HI, Jakarta Pusat disebut mati saat demo berlangsung pada Jumat (12/6). Polda Metro Jaya hingga Pemprov DKI pun buka suara soal informasi yang menyatakan CCTV tidak berfungsi di kawasan tersebut.
Pada saat masih berlangsung aksi, menurut pantauan CNNIndonesia.com di situs Jakarta Smart City, Lewat Mana, ArcGis, dan Molecool, kamera CCTV di sekitar kawasan tersebut tampak offline alias tak nyala sejak sekitar pukul 2 siang.
Merespons hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengaku akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta soal informasi CCTV mati itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, kami juga akan komunikasikan dengan Diskominfo Provinsi DKI terkait tentang CCTV. Makanya kami komunikasikan, karena kebetulan saya bukan operatornya," kata Budi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6).
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan seluruh operasional infrastruktur CCTV milik Pemprov DKI Jakarta di kawasan tersebut berada dalam kondisi prima dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Hal itu disampaikannya lewat siaran pers merespons pemberitaan media massa bahwa CCTV di lokasi aksi dilaporkan tidak dapat diakses oleh masyarakat.
"Kami pastikan bahwa operasional CCTV Pemprov DKI Jakarta tetap berjalan normal dan digunakan secara aktif untuk mendukung keamanan, ketertiban, keselamatan masyarakat, serta pemantauan wilayah, termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian," kata Marulina, dikutip dari siaran pers yang diunggah ke situs resmi Pemprov DKI, Jumat malam.
Terkait adanya keluhan masyarakat mengenai kendala akses visual yang beredar, Marulina menjelaskan gangguan tersebut terjadi pada platform digital milik pihak ketiga, bukan pada sistem Pemprov DKI Jakarta.
"Terkait kendala akses pada beberapa tayangan CCTV yang beredar di platform atau situs tertentu, kami menegaskan bahwa platform-platform tersebut bukan merupakan kanal resmi maupun bagian dari sistem CCTV yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta," tegas Marulina.
Oleh karena itu, Marulina menambahkan, ketersediaan data, kelancaran arus streaming, maupun gangguan tayangan yang terjadi pada platform tersebut sepenuhnya berada di luar pengelolaan Pemprov DKI Jakarta.
Menurut Marulina, hal tersebut sama sekali tidak mencerminkan kondisi operasional maupun fungsionalitas CCTV asli milik Pemprov DKI Jakarta yang di lapangan tetap merekam dan memantau situasi dengan optimal.
Dugaan sinyal ponsel dibatasi
Sementara itu terkait dugaan sinyal di lokasi demo yang susah saat aksi berlangsung. Menurut Budi, hal itu karena kepadatan orang yang ada di lokasi demo, bukan sengaja dibatasi (jamming) oleh aparat.
"Jadi jamming yang dinyatakan tidak ada. Karena memang karena kepadatan anggota termasuk seluruh masyarakat aktivitas beberapa memang sinyal kita pun rata-rata sudah susah," katanya.
Massa aksi mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus, termasuk BEM UI, semula bermaksud gelar demo di Bundaran HI, Jakarta Pusat. Namun, langkah mereka diadang aparat gabungan TNI-Polri hingga tertahan di kawasan Tosari--tak jauh dari Bundaran HI--hingga membubarkan diri pada Jumat malam.
Dalam demo hari ini, massa mahasiswa membawa setidaknya lima tuntutan yakni:
1. Stop Pemborosan APBN
2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM
3. Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil
5. Prabowo berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah.
Selain di Jakarta, aksi serupa juga terjadi di sejumlah kota di Indonesia. Seperti di Bandung pada Kamis (11/6) kemarin dan di Solo pada hari ini.
(tim/kid)
Add
as a preferred source on Google

















































