Jakarta, CNN Indonesia --
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian menyatakan tiap pelatih yang ada di Pelatnas Cipayung juga terus dalam pantauan penilaian dan tidak ada yang aman dari ancaman degradasi.
Eng Hian menegaskan bukan hanya pemain yang penampilannya juga terus dinilai. Kinerja tim pelatih juga terus dipantau oleh Eng Hian.
Terkait perjalanan di 2025, Eng Hian menyatakan rapor sejumlah pelatih masih masuk dalam batas minimum. Hal itu membuat belum ada keputusan degradasi yang dikenakan untuk pelatih saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada [penilaian untuk pelatih]. Kemarin itu masih masuk... masih masuk batas minimum. Jadi kami masih bisa evaluasi apa yang mesti ditingkatkan. Kami lihat lagi 6 bulan ke depan," tutur Eng Hian.
Tahun 2025 memang jadi tahun yang berat untuk bulu tangkis Indonesia. Di semester awal, Indonesia kering gelar di turnamen level Super 500 ke atas.
Kondisi baru mulai membaik di semester akhir 2025. Sejumlah gelar didapat seiring kebangkitan Jonatan Christie dan juga moncernya duet baru Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Selain itu, ada sosok Raymond Indra/Nikolaus Joaquin yang jadi juara di Australia Open. Alwi Farhan, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu, Moh Zaki Ubaidillah, dan pasukan ganda putri juga masuk dalam deretan pemain muda yang mulai menonjol di 2025.
Di tahun 2026, para pelatih akan menghadapi sejumlah ajang penting dan target besar. Thomas-Uber Cup, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games adalah target besar yang bakal coba dikejar oleh Indonesia di tahun ini.
(ptr/sry)


















































