ESDM Mulai Uji Coba CNG UMKM, Tabung Siap di Lemigas

1 hour ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menguji coba penggunaan compressed natural gas (CNG) untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dalam waktu dekat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan uji coba tersebut menjadi bagian dari tahap awal penerapan CNG sebelum program diperluas. Saat ini, pemerintah masih memfinalisasi skema dari sisi hulu, hilir, hingga konsumen.

"Jadi CNG itu, seperti yang disampaikan Pak Menteri, kemarin kita sedang melakukan finalisasi skemanya. Jadi skemanya itu nanti seperti apa, biar dari sisi hulunya siap, hilirnya juga siap, masyarakat yang menerima juga merasa senang ketika nanti juga memanfaatkan itu," ujar Laode di sela-sela acara Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tahap awal uji coba dilakukan dengan melibatkan UMKM yang berada di lingkungan Lemigas. Salah satu lokasi yang akan digunakan adalah kantin di kawasan tersebut.

"Nah, di dalam tahap tiga ini, kita melakukan beberapa uji dulu. Kita memanfaatkan UMKM nanti yang ada di dalam lingkungan Lemigas. Di sana ada kantin. Kita mau coba manfaatkan dulu di situ. Sambil kita evaluasi," katanya.

Laode mengatakan tabung CNG yang akan digunakan dalam uji coba tersebut telah tiba di lingkungan Lemigas.

[Gambas:Youtube]

"Ya, itu kalau yang akan diujicobakan di lingkungan Lemigas, tabung-tabungnya sudah tiba," ujarnya.

Setelah tahap uji coba dan evaluasi selesai, pemerintah akan menyiapkan produksi tabung CNG dalam jumlah lebih besar. Badan usaha yang nantinya akan mendapatkan penugasan untuk menyediakan tabung tersebut.

"Nah, setelah itu badan usaha yang nanti akan ditunjuk produksi tabungnya, itu nanti akan ditugaskan mengadakan dalam jumlah skala yang seperti sudah diumumkan, lebih dari 10 ribu, 20 ribu, 30 ribu," kata Laode.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah telah melakukan sejumlah pengujian terhadap CNG di Lemigas. Pengujian tersebut mencakup aspek ketahanan tabung serta proses pengisian ulang.

"Untuk CNG, ini kan kita tabung. Kita sudah uji coba di Lemigas. Ini dari sisi ketahanan, kemudian dari sisi pengisian ulang, itu kan kita sudah melakukan pengujian," ujar Yuliot kepada wartawan usai menghadiri Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8).

Ia mengatakan pemerintah juga menyiapkan sumber CNG untuk mendukung program tersebut. Salah satunya melalui pengembangan kilang mini yang berada di sejumlah daerah.

"Ini dari sumbernya, kita juga ada kilang mini yang kita kembangkan. Jadi ada yang di Pasuruan, ada di beberapa daerah," katanya.

Yuliot mengatakan persiapan CNG dilakukan secara paralel di Kementerian ESDM. Setelah seluruh pengujian selesai, pemerintah akan memulai penerapan CNG melalui proyek percontohan.

"Jadi untuk persiapan CNG-nya pun kita secara paralel sudah siapkan di Kementerian ESDM," ujarnya.

"Mudah-mudahan ini kalau pengujian sudah selesai, ini akan bisa diimplementasikan. Ini mungkin pilot proyek dulu," lanjut Yuliot.

Program CNG tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah mengembangkan alternatif energi untuk kebutuhan masyarakat. Namun, ketika ditanya mengenai kaitan program CNG dengan subsidi energi dalam RAPBN 2027, Laode belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

"Nanti kita bahas ya," kata Laode saat ditanya apakah kenaikan anggaran subsidi energi pada RAPBN 2027 turut dipengaruhi oleh harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang meningkat.

Ia hanya menegaskan bahwa program CNG masih berada pada tahap awal.

"Ini kan CNG baru mulai," tuturnya.

(lau/ins)

Read Entire Article
| | | |