Nambah Lagi Jaringan Bioskop AS Dukung Paramount Beli Warner Bros

58 minutes ago 4

CNN Indonesia

Kamis, 20 Agu 2026 07:45 WIB

 Paramount and Warner Bros logos are seen in this illustration taken December 8, 2025. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo Menyusul AMC Theaters dan Regal Cinemas, Cinemark mendukung merger Paramunt dan Warner Bros. Discovery. (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, CNN Indonesia --

Jaringan bioskop yang mendukung merger Paramount dan Warner Bros. Discovery bertambah. Kini, giliran Cinemark yang menjadi jaringan ketiga bioskop besar di Amerika yang menyetujui kesepakatan senilai US$111 miliar tersebut.

Seperti AMC Theaters dan Regal Cinemas, Cinemark mendukung merger tersebut setelah CEO Paramount Skydance David Ellison berjanji meningkatkan jumlah film baru yang dirilis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Janji itu disampaikan dengan komitmen untuk merilis setidaknya 30 film per tahun dan mempertahankannya di bioskop selama minimal 45 hari.

"Keberhasilan berkelanjutan industri kami membutuhkan ekosistem bioskop yang sehat, yang didukung studio dan perusahaan eksibitor yang sehat secara finansial," kata Cinemark dalam pernyataan seperti diberitakan Variety pada Selasa (18/8).

"Sekaligus mampu menciptakan, mendistribusikan, dan menayangkan film-film berkualitas tinggi kepada konsumen di seluruh dunia."

"Kami bergabung dengan pihak-pihak yang baru-baru ini menyerukan penyelesaian yang dipercepat atas merger Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery yang diusulkan, karena ketidakpastian yang berkepanjangan berisiko mengalihkan waktu dan sumber daya dari upaya mencapai prioritas-prioritas tersebut."

[Gambas:Video CNN]

Dalam keterangan resmi, mereka turut menggarisbawahi tentang persetujuan diberikan seiring dengan peningkatan jumlah film dan masa tayang perilisan di bioskop.

"[Paramount] kini menawarkan untuk menuangkan janji-janji tersebut ke dalam komitmen tertulis dan keputusan persetujuan pengadilan. Ini merupakan kondisi dan jaminan formal yang sejalan dengan pandangan yang telah lama kami pegang dan kami dukung di Cinemark."

Langkah ini dirancang Paramount untuk menepis tuduhan seperti dalam gugatan antimonopoli yang diajukan oleh jaksa agung dari 12 negara bagian, yang menyatakan bahwa merger Paramount-Warner Bros. akan memberikan kendali berlebihan atas pasar rilis film bioskop.

Tujuan gugatan itu adalah menciptakan mekanisme pengawas agar Paramount-WBD tidak menahan hasil produksi studionya demi kepentingan layanan streaming mereka sendiri, yakni Paramount+ dan HBO Max.

Namun, belum jelas apakah jaminan penayangan 30 judul film dengan jendela 45 hari akan menjadi konsesi yang dapat diterima oleh para jaksa agung negara bagian yang mengajukan gugatan terhadap Paramount.

Sementara itu, Cinema United, kelompok lobi utama industri eksibisi film, masih menentang penjualan Warner Bros.

Presiden kelompok tersebut, Michael O'Leary, memperingatkan bahwa pengambilalihan studio Hollywood legendaris tersebut akan menyebabkan lebih sedikit film dan berpotensi memicu penutupan bioskop.

Selain itu, operator bioskop khawatir penjualan Warner Bros. dapat mengganggu kemajuan yang telah diperjuangkan industri setelah pandemi dan aksi mogok pada 2023.

Hal itu merujuk saat Disney mengakuisisi 20th Century Fox pada 2019 dan membuat industri memiliki satu studio besar lebih sedikit, jumlah produksi gabungan mereka menyusut secara drastis.

"Terlepas dari kekhawatiran kami terhadap konsolidasi industri, Cinema United, atas nama dewan eksekutif dan seluruh komunitas eksibisi, hari ini menyerukan kepada para jaksa agung dan Paramount untuk bertemu dan membahas penyelesaian," kata Cinema United beberapa menit setelah Cinemark menyatakan dukungannya.

"Sejak awal, kami telah terbuka terhadap langkah-langkah yang akan melindungi industri eksibisi. Ini adalah langkah berikutnya dalam proses tersebut untuk memastikan industri yang berkembang dan berkelanjutan bagi generasi mendatang."

Menanggapi pernyataan tersebut, Cinemark memahami adanya perbedaan sikap antara Cinema United sebagai organisasi perdagangan dengan tiga jaringan bioskop terbesar yang mendukung merger tersebut.

"Kami menghormati dan menghargai advokasi Cinema United atas nama seluruh industri eksibisi film dan memandang percakapan ini sebagai kemajuan berarti menuju tercapainya hasil yang mendukung kesehatan serta kesuksesan jangka panjang industri kami," kata Cinemark.

Pernyataan Cinemark menyusul dukungan dari AMC Theatres dan Regal Cinemas. CEO AMC Adam Aron telah mendukung merger tersebut sejak CinemaCon pada April, dengan berpendapat bahwa perusahaan gabungan akan memperkuat bisnis bioskop.

CEO Regal Eduardo Acuna baru-baru ini turut menyuarakan dukungannya, memperingatkan bahwa penundaan merger dapat menciptakan "lebih banyak ketidakpastian dan gangguan yang dapat merugikan industri kami saat kami membangun kesuksesan yang telah dicapai saat ini."

Acuna merujuk pada fakta bahwa pendapatan box office musim panas tahun ini sudah menjadi yang terbesar sejak "masa sebelum pandemi", dengan pendapatan melampaui US$4 miliar untuk kedua kalinya sejak Covid-19.

Ada kemungkinan musim film musim panas bahkan melampaui rekor box office musim panas sepanjang masa yang tercatat pada 2023 sebesar US$4,755 miliar (belum disesuaikan dengan inflasi), menurut Rentrak.

Sementara itu, pendapatan domestik tahunan dapat mencapai US$10 miliar untuk pertama kalinya sejak 2019.

Dukungan dari para perusahaan eksibitor besar tersebut muncul ketika Paramount tengah menghadapi gugatan antimonopoli dari koalisi 12 negara bagian untuk memblokir pengambilalihan Warner Bros. Discovery.

Dengan merger yang masih tertunda dan menghadapi persidangan pada 2027, Ellison mengancam akan menarik Paramount keluar dari California paling cepat pada Oktober jika negara-negara bagian tersebut menolak untuk bernegosiasi.

(van/chri)

Read Entire Article
| | | |