Terlalu Lama Ngetik dengan Posisi Salah Bisa Picu Ganggu Saraf

1 hour ago 5

CNN Indonesia

Kamis, 20 Agu 2026 06:49 WIB

Ilustrasi bekerja dengan laptop Ilustrasi. Terlalu lama mengetik, terutama dengan posisi salah bisa menyebabkan gangguan saraf tepi. (Ed Gregory)

Jakarta, CNN Indonesia --

Keseringan mengetik dengan posisi tangan yang salah mungkin terlihat sebagai kebiasaan sepele. Namun, jika dilakukan berulang dalam waktu lama, kebiasaan ini dapat memberikan tekanan pada saraf di sekitar pergelangan tangan dan memicu berbagai keluhan, mulai dari kesemutan hingga nyeri.

Kepala Staf Medik Fungsional Neuroscience Siloam Hospitals TB Simatupang Ferry Senjaya mengatakan posisi tangan saat mengetik perlu diperhatikan agar tetap senetral mungkin.

"Apalagi dilakukan dengan cara yang kurang tepat. Kalau posisi menekuk, saraf menyempit, kejepit. Itu sebabnya harus diperbaiki posturnya, saat mengetik posisi siku senetral mungkin," kata Ferry dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu gangguan yang dapat terjadi akibat tekanan berulang pada saraf di pergelangan tangan adalah sindrom terowongan karpal atau carpal tunnel syndrome (CTS).

Sindrom terowongan karpal terjadi ketika saraf median yang melewati bagian depan pergelangan tangan mengalami tekanan. Saraf ini berperan membawa sensasi dari sebagian tangan sekaligus membantu menggerakkan beberapa otot tangan.

Saraf median melewati ruang sempit yang disebut terowongan karpal. Ketika tekanan di ruang tersebut meningkat, saraf dapat mengalami gangguan sehingga muncul berbagai keluhan.

Risikonya dapat meningkat pada aktivitas yang dilakukan berulang menggunakan tangan, termasuk mengetik menggunakan keyboard dalam waktu lama, terutama jika disertai posisi pergelangan tangan yang tidak tepat. Selain mengetik, aktivitas seperti terlalu lama menggunakan ponsel, mencengkeram benda dengan kuat, atau melakukan gerakan tangan yang sama berulang-ulang juga dapat memberikan tekanan pada area tersebut.

"Karena itu, bukan hanya durasi mengetik yang perlu diperhatikan, tetapi juga posisi tangan dan pergelangan tangan selama bekerja," kata dia.

Gejala sindrom terowongan karpal dapat muncul secara bertahap. Salah satu keluhan yang umum adalah kesemutan atau mati rasa pada tangan dan jari.

Sebagian orang juga dapat merasakan nyeri, sensasi seperti terbakar, atau rasa tersetrum. Keluhan bahkan bisa mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.

Pada kondisi yang lebih berat, fungsi tangan dapat ikut menurun. Penderitanya dapat mengalami kelemahan saat menggenggam atau kesulitan melakukan aktivitas yang membutuhkan ketepatan gerakan tangan.

Jika keluhan terus muncul atau semakin berat, jangan menganggapnya sekadar pegal akibat terlalu lama bekerja. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui apakah gangguan tersebut berkaitan dengan saraf, otot, sendi, atau kondisi lainnya.

Gangguan saraf tepi tak selalu terasa seperti pegal

Saraf tepi atau peripheral nerve merupakan jaringan saraf yang menghubungkan otak dan sumsum tulang belakang dengan berbagai bagian tubuh. Saraf ini membawa informasi mengenai sentuhan, panas, dingin, dan nyeri, sekaligus meneruskan perintah untuk menggerakkan tubuh.

Ketika saraf mengalami tekanan atau cedera, penghantaran sinyal dapat terganggu. Keluhan yang muncul dapat berupa kesemutan, mati rasa, nyeri seperti terbakar atau tersengat listrik, hingga kelemahan pada anggota tubuh.

Gangguan tersebut dapat terjadi akibat berbagai kondisi, seperti cedera karena kecelakaan, luka sayat, patah tulang, saraf terjepit, tumor, maupun komplikasi tertentu setelah operasi.

Pada area bahu dan lengan, misalnya, keluhan sering kali dianggap sebagai masalah otot atau sendi. Padahal, pada kondisi tertentu, rasa nyeri, baal, kesemutan, atau kelemahan dapat berkaitan dengan gangguan saraf tepi.

"Keluhan pada saraf tepi sering kali tidak langsung dikenali oleh pasien. Sebagian pasien datang dengan keluhan nyeri menjalar, baal, kesemutan, rasa seperti tersetrum, kelemahan, atau gangguan gerak pada area leher, bahu, lengan, tangan, maupun tungkai," kata dia.

Pada keluhan yang masih ringan, dokter dapat merekomendasikan perubahan aktivitas dan perbaikan posisi tangan. Peregangan atau stretching juga dapat menjadi salah satu langkah yang dilakukan sesuai kondisi pasien.

Ferry mengatakan, pada kasus awal ketika fungsi saraf masih baik, penanganan biasanya dapat dilakukan dengan obat-obatan sesuai gejala. Posisi tangan juga perlu dijaga agar tetap netral.

"Selain salah satunya stretching, kasus awal secara fungsi saraf masih baik, sesuai gejalanya, biasanya kita dengan obat-obatan. Supaya posisi tangannya tetap netral," ujar Ferry.

Perubahan kebiasaan saat bekerja juga penting. Saat mengetik, usahakan pergelangan tangan tidak terlalu menekuk ke atas maupun ke bawah. Berikan jeda secara berkala dan lakukan peregangan ringan setelah menggunakan keyboard dalam waktu lama.

Jika kesemutan, mati rasa, nyeri, atau kelemahan terus berulang meski aktivitas sudah dikurangi, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Pemeriksaan saraf dapat membantu menentukan lokasi dan tingkat gangguan sehingga penanganan bisa disesuaikan.

Pada kondisi tertentu ketika saraf mengalami tekanan berat atau kerusakan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan operasi. Salah satu prosedurnya adalah Peripheral Nerve Surgery, yang bertujuan memperbaiki, melepaskan, menyambungkan, atau mengalihkan saraf yang mengalami gangguan di luar otak dan sumsum tulang belakang.

"Pada cedera saraf, waktu diagnosis dan rujukan menjadi sangat penting. Literatur menunjukkan bahwa keterlambatan diagnosis dan referral masih menjadi salah satu hambatan dalam penanganan cedera saraf perifer, sementara cedera saraf bersifat kompleks dan time-sensitive," kata Ferry.

Dengan demikian, terlalu lama mengetik bukan berarti otomatis menyebabkan kerusakan saraf. Namun, kebiasaan mengetik berulang dengan posisi pergelangan tangan yang buruk dapat meningkatkan tekanan pada saraf tertentu.

Karena itu, jangan abaikan kesemutan atau mati rasa yang terus berulang dan segera cari pertolongan medis jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas. Gangguan saraf tepi dapat memiliki banyak penyebab dan tingkat keparahan. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dan mencegah gangguan fungsi berkembang lebih jauh.

(tis/tis)

placeholder

Read Entire Article
| | | |