Jakarta, CNN Indonesia --
Keterbatasan akses dan fasilitas masih menjadi realitas sehari-hari bagi warga Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Kampung yang relatif terisolasi ini kini mulai merasakan perubahan seiring kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Merauke yang membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Salah satu warga yang menggantungkan penghidupan dari proyek tersebut adalah Paul Tinus (29). Pemuda asli Wanam itu tinggal bersama istri dan dua anaknya di sebuah rumah papan sederhana yang berdiri di atas tiang-tiang pendek di kampungnya.
Paul tinggal bersama istri dan dua anaknya yang masih berusia kecil. Kondisi rumahnya sederhana, dengan dinding papan kayu yang mulai lapuk dimakan usia. Meski demikian, rumah itu menjadi tempat pulang Paul setelah bekerja di proyek PSN Merauke.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya (tinggal di rumah ini). Di rumah ini ada dua orang (anggota keluarga)," kata Paul di Kampung Wanam, Minggu (1/2/2026).
Selama dua tahun terakhir, Paul bekerja di proyek PSN Merauke yang lokasinya tidak jauh dari kampung. Ia mengatakan, sejumlah warga Wanam lainnya juga turut terlibat sebagai pekerja.
Sebelum bergabung dengan proyek tersebut, Paul sempat bekerja sebagai pelaut. Menurutnya, sistem penggajian bulanan di PSN menjadi perbedaan signifikan dibanding pekerjaannya terdahulu.
"Di proyek PSN, sudah dua tahun. Gaji bulanan," ujarnya.
Kedekatan lokasi kerja dengan kampung memberi keuntungan tersendiri. Paul tidak perlu meninggalkan keluarga dalam waktu lama, seperti saat bekerja di laut. Ia mengaku, penghasilan dari PSN membantu memenuhi kebutuhan keluarga, terutama untuk anak-anaknya.
"Ekonomi keluarga saya (terbantu), datang ngantar makan habis itu balik lagi ke proyek," tuturnya.
Kepala Kampung Wanam, Kosmas Serilius, menyebut keterlibatan warga lokal dalam PSN mulai terlihat. Dari total 743 jiwa penduduk Kampung Wanam, sebagian telah bekerja di proyek tersebut dan peluang itu masih terbuka ke depan, khususnya bagi kalangan pemuda.
"Kami di sini 743 (jiwa), iya ada (warga yang bekerja di PSN). Mungkin ke depan kita pemuda juga banyak yang masuk kerja di sana," ujar Kosmas.
Sementara itu, perwakilan Tim Proyek Wanam, Gawang Kurniawan menegaskan, keterlibatan masyarakat lokal menjadi perhatian dalam pelaksanaan PSN Merauke. Menurutnya, pihak proyek berupaya membangun sinergi dengan warga setempat, termasuk marga-marga yang ada di Kampung Wanam.
"Untuk pekerja lokal kami pasti ada, karena kita tahu harus bersinergi dengan masyarakat yang ada. Kita harus memakai atau melibatkan dari masyarakat-masyarakat tersebut, dari marga-marga yang ada. Nanti mungkin kita bisa diskusi juga dengan masyarakat yang ada di sini," ujar Gawang saat ditemui di kawasan PSN Merauke, Sabtu (31/1/2026).
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta
Pengembangan kawasan pangan berskala besar di wilayah terpencil seperti Wanam tidak hanya menuntut kesiapan sosial dan tenaga kerja lokal, tetapi juga percepatan pembangunan infrastruktur dasar serta pengoperasian alat berat dalam jumlah besar untuk pembukaan dan pengelolaan lahan.
Pelaksanaan proyek tersebut dilakukan melalui skema penugasan negara dengan melibatkan mitra swasta. Pemerintah menggandeng sejumlah pihak guna memastikan target pengembangan kawasan pangan nasional dapat berjalan sesuai rencana.
Salah satu mitra yang terlibat dalam PSN Wanam adalah Jhonlin Group, perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Haji Isam menyatakan keterlibatannya dalam proyek tersebut dilandasi oleh dukungan terhadap agenda nasional pengembangan kawasan pangan. Ia menegaskan fokus utama partisipasinya adalah memastikan target pembukaan lahan seluas 1 juta hektare dapat terealisasi.
"Bagaimanapun caranya, agar satu juta hektare bisa terealisasi, dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi," ujar Haji Isam, Agustus 2024 lalu.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatannya dalam PSN Wanam merupakan bagian dari penugasan negara. Pernyataan itu disampaikan saat ia memantau langsung kedatangan alat berat berupa ekskavator di wilayah Wanam pada Juli 2024.
"Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya," kata Haji Isam.
(ory/ory)

















































