Hantu-hantu itu Memelototi John Herdman di Timnas Indonesia

23 hours ago 12

ANALISIS

abs | CNN Indonesia

Minggu, 04 Jan 2026 11:56 WIB

Pada Sabtu (3/1) siang menjelang sore yang biasa saja, PSSI mengeluarkan rilis resmi: selamat datang John Herdman. John Herdman akan mendapat tantangan besar di Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Adi Maulana)

Jakarta, CNN Indonesia --

Hari yang dinanti itu tiba, fajar pengumuman pelatih Timnas Indonesia. Pada Sabtu (3/1) siang yang biasa saja, PSSI mengeluarkan rilis resmi: selamat datang John Herdman.

Tak ada kejutan tentu saja, sebab nama pria Inggris ini sudah beredar sejak Desember 2025. Namun, tetap saja, riuh di lini masa mewarnai pengumuman sang juru taktik baru Garuda.

Herdman, bukan nama besar di belantika sepak bola dunia. Jika di Kanada harum namanya, di banyak sudut dunia ia hanya liliput yang memintal jaket musim dingin dengan tangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kisah Herman bersama tim nasional Kanada, sejak 8 Januari 2018 hingga 28 Agustus 2023, bisa menjadi renungan. Ada proses dan sikap saling percaya yang dijaga.

Les Rouges, julukan Kanada, berada di peringkat ke-95 pada Januari 2018. Negara terbesar kedua dunia secara luas wilayah ini juga tak lolos Piala Dunia sejak 1986.

Saat berpisah pada 2023, Kanada bertengger di peringkat ke-43 Ranking FIFA. Sebelumnya, pada 2022, Kanada tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah 36 tahun.

Dalam lima tahun kepelatihan, Herdman membawa Kanada yang nyaris keluar dari 100 besar dunia ke posisi 50 besar. Kanada, yang awalnya liliput di benua Amerika, jadi salah satu raksasa.

Tentu saja hasil itu bukan kerja tunggal Herdman. Ada banyak tangan, idealisme, inovasi, dan pertarungan gagasan di sana, tetapi kuncinya Herdman dipercaya.

Setidaknya ada sedikit kesamaan antara Kanada dan Indonesia. Dua negara ini sama-sama besar secara wilayah. Budaya sepak bola negara ini juga sama-sama tak solid.

Ada banyak bakat, jika tidak disebut potensi, yang bisa ditumbuhkan dari Indonesia. Tentu pula itu bukan tugas Herdman. Ia bukan pemandu bakat atau direktur teknik. Ia pelatih tim nasional.

Ia bertugas meracik segenap sumber daya manusia yang ada menjadi mesin berdaya dobrak. Ia berperan sebagai konseptor dalam medan pertarungan sepak bola yang cerdik.

Kalau Herdman diminta juara Piala AFF 2026 rasanya sah-sah saja. Ada genetika kuat menuju ke sana dari skuad yang ada. Namun, ada hantu-hantu yang menolak diam dan akan senantiasa memelototinya.

Siapa hantu itu? Mungkin saja itu saya, kamu, atau kita. Sepertinya hantu itu layaknya ideologi macan Asia, yang entah kapan masa emasnya. Ini saatnya membangun lagi rasa percaya yang sempat hilang pada 2025.

[Gambas:Video CNN]

Baca analisisnya selanjutnya di halaman berikutnya... 


Read Entire Article
| | | |