Hati-hati, Ini 7 Kondisi yang Tidak Dianjurkan Minum Air Jahe

1 day ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Jahe telah lama dikenal sebagai rempah yang kaya akan khasiat kesehatan. Meski demikian, ternyata tidak semua orang dianjurkan minum air jahe. Berikut beberapa kondisi yang membuat Anda tidak dianjurkan minum air jahe.

Kerap diolah menjadi minuman hangat, jahe mampu mengatasi berbagai keluhan kesehatan. Rutin mengonsumsi air jahe dapat membantu meredakan batuk dan pilek. Manfaat ini diperoleh berkat kandungan antioksidan khususnya gingerol dan shogaol. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski menawarkan banyak manfaat tapi air jahe tidak cocok untuk semua orang. Pada kondisi kesehatan tertentu, konsumsi air jahe justru bisa menimbulkan efek merugikan.

Orang yang tidak dianjurkan minum air jahe

Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa kelompok orang yang tidak dianjurkan minum air jahe sebab bisa memicu masalah kesehatan.

1. Orang dengan kelainan darah

Bagi orang yang memiliki gangguan pembekuan darah seperti hemofilia, minum air jahe bisa berbahaya.

Hemofilia menyebabkan darah sulit membeku. Jahe memiliki sifat antikoagulan ringan atau pengencer darah, yang berarti dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Kemudian, air jahe juga tidak dianjurkan dikonsumsi bersama obat pengencer darah seperti warfarin atau aspirin.

Menggabungkan jahe dengan obat-obatan ini berpotensi memperkuat efek obat dan dapat menyebabkan pendarahan atau memar berlebih.

2. Orang dengan masalah gula

Air jahe kemampuan menurunkan gula darah. Karena itu, orang dengan hipoglikemia atau kadar gula rendah harus berhati-hati. Hal yang sama berlaku bagi penderita diabetes yang rutin menggunakan insulin.

Oleh karenanya, penderita diabetes harus memantau kadar gula darah mereka secara ketat jika mengonsumsi jahe dalam jumlah banyak.

3. Pengidap GERD

Untuk mereka yang mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung, air jahe dapat memperburuk gejala.

Jahe bisa memicu sensasi terbakar di dada (heartburn) dan memperkuat gejala refluks. Karena itu, penderita GERD disarankan membatasi atau menghindari air jahe.

4. Ibu hamil

Jahe memang kerap digunakan untuk meredakan mual pada ibu hamil tapi, konsumsinya tetap perlu dikontrol.

Sifat antikoagulan jahe dapat meningkatkan resiko keguguran jika dikonsumsi berlebihan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menjadikan air jahe sebagai minuman rutin.

5. Orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu

Air jahe bisa bereaksi dengan beberapa jenis obat, terutama obat tekanan darah, obat diabetes, dan obat pengencer darah.

Jahe dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah jika diminum bersamaan dengan obat antihipertensi. Begitu pula dengan obat diabetes, konsumsi jahe berlebihan dapat memicu hipoglikemia.

Jika sedang menjalani pengobatan maka, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan asupan air jahe.

6. Alergi jahe

Meskipun jarang, sebagian orang dapat mengalami alergi terhadap jahe. Melansir Times of India, reaksi alergi ini dapat muncul berupa ruam, gatal, hingga pembengkakan pada bibir, wajah, atau tenggorokan.

Selain itu, penggunaan jahe dalam jumlah besar baik diminum maupun diaplikasikan pada kulit dapat menimbulkan iritasi atau sensasi panas. Jika muncul tanda-tanda alergi maka, hentikan konsumsi jahe segera dan dapatkan bantuan medis.

7. Penderita hipertensi

Walaupun jahe dapat membantu menurunkan tekanan darah, konsumsi air jahe pada orang yang memiliki hipertensi perlu mendapat perhatian khusus. Hal ini juga berlaku pada orang yang sedang mengonsumsi obat hipertensi.

Interaksi antara jahe dan obat-obatan tersebut bisa memicu penurunan tekanan darah yang terlalu cepat atau terlalu rendah. Karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan air jahe ke dalam kebiasaan harian.

(nga/els/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |