Kemensos dan Pemkab Bener Meriah Matangkan Sekolah Rakyat

2 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Pemerintah Kabupaten Bener Meriah memperkuat koordinasi untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut.

Pemerintah daerah didorong segera menuntaskan kesiapan lahan agar usulan pembangunan sekolah dapat masuk dalam tahapan pembangunan berikutnya dan tidak tertinggal dari daerah lain yang telah lebih dulu memenuhi persyaratan.

Selain membahas sektor pendidikan, Kemensos juga memastikan komitmennya dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Bener Meriah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyaluran bantuan jaminan hidup (jadup) lanjutan serta berbagai program bantuan sosial lainnya terus dikawal agar dapat segera diterima warga yang masih menjalani proses pemulihan.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Bener Meriah Armia di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Dalam pertemuan itu, Agus Jabo didampingi Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Masryani Mansyur, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial Joko Widiarto, serta perwakilan Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Rakyat, Jauhari.

Sementara itu, Armia hadir bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah Hasyimi.

Dalam audiensi tersebut, Armia menyampaikan perkembangan usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bener Meriah. Awalnya, pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di pusat kota. Namun, lahan tersebut belum memenuhi ketentuan pembangunan Sekolah Rakyat yang membutuhkan area sekitar 6,8 hektare.

Meski demikian, Armia memastikan persoalan lahan tidak menjadi kendala karena pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi yang dinilai memenuhi kebutuhan pembangunan.

"Kita alternatifnya lahannya banyak, Pak. Jadi intinya, Pak, kalau masalah tanah, saya kira tidak ada persoalan, masalah listrik ada, air ada. Kita sudah minta hibah lahan dari Kementerian Pertanian," ujar Armia.

Menanggapi hal itu, Agus Jabo menjelaskan bahwa usulan pembangunan Sekolah Rakyat dari Kabupaten Bener Meriah tetap dapat diproses, namun perlu disesuaikan dengan ketentuan teknis, khususnya terkait luas dan kesiapan lahan.

"Yang penting cepat supaya bisa ikut. Mumpung usulan-usulan tahap tiga ini belum diteken Menteri Sosial untuk disampaikan ke Presiden. Khawatirnya nanti begitu sudah diteken Menteri, terus masuk tahap berikutnya. Kita nggak bisa ikuti yang tahap tahun ini, Pak," kata Agus Jabo.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bener Meriah segera menuntaskan proses penggantian lahan agar usulan tersebut dapat masuk dalam tahapan pembangunan berikutnya.

Perwakilan Sekber Sekolah Rakyat, Jauhari, menambahkan bahwa kesiapan lahan menjadi faktor penting untuk menunjang kualitas sarana pendidikan yang akan dibangun.

"Kalau bagusnya memang, Pak, 7 sampai 8 hektare supaya dapat prasarana yang optimal. Dan kalau bisa lahannya yang rata," ujarnya.

Bantuan Bencana

Selain membahas Sekolah Rakyat, audiensi juga menyoroti perkembangan bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Bener Meriah. Masryani Mansyur menyampaikan bahwa hingga saat ini Kemensos telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan.

Bantuan tersebut meliputi santunan ahli waris bagi 33 orang senilai Rp 495 juta, bantuan isi hunian bagi 1.261 kepala keluarga senilai Rp 3,78 miliar, bantuan pemberdayaan ekonomi senilai Rp 6,3 miliar, serta bantuan jaminan hidup (jadup) bagi warga terdampak bencana.

Sebelumnya, Kemensos telah menyalurkan bantuan jadup tahap pertama kepada 4.468 jiwa senilai Rp 2,01 miliar untuk kebutuhan satu bulan. Kemensos juga memastikan memastikan penyaluran jadup untuk dua bulan berikutnya segera direalisasikan.

"Jadi untuk yang dua bulan ini sudah masuk SPM-nya. Insya Allah minggu ini kami salur melalui PT Pos, Pak," ujar Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Masryani Mansyur.

Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi terbaru, bantuan jadup lanjutan untuk 2 bulan tersebut akan disalurkan kepada 3.417 jiwa dengan nilai sekitar Rp 3,07 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Armia menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian Kemensos terhadap masyarakat Bener Meriah yang masih dalam proses pemulihan pascabencana.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga menyampaikan kebutuhan dukungan akses data sosial ekonomi hingga tingkat desa untuk memperkuat proses pemutakhiran data penerima bantuan sosial.

Menanggapi hal tersebut, Agus Jabo meminta pemerintah daerah berkoordinasi langsung dengan Pusat Data dan Informasi Kementerian Sosial agar kebutuhan data dapat segera ditindaklanjuti.

Menutup audiensi, Agus Jabo memastikan bahwa Kemensos akan terus mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat maupun penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana terutama di Kabupaten Bener Meriah.

"Jadi untuk yang sekolah rakyat, itu proposalnya tetap namun harus ada keterangan perpindahan lahan dari Bupati. Jadi supaya registrasinya sudah masuk dulu ke Kemensos, tinggal ganti lahan. Lalu untuk jadup, mudah-mudahan minggu ini keluar. Paling lama minggu depan," kata Agus Jabo.

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |