Para Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Bertemu Megawati Bahas Isu Nasional

3 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Gerakan Nurani Bangsa (GNB) bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Megawati Institute, Jakarta, Senin (22/6).

Anggota GNB, Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan tujuannya bertemu dengan Mega untuk bersilaturahmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang tidak kalah pentingnya adalah kami saling berbagi informasi terkait situasi dan kondisi kehidupan kemasyarakatan kita, termasuk tentu kehidupan berpemerintahan dan kehidupan kebangsaan," kata Lukman usai pertemuan.

Selain Lukman, turut hadir tokoh-tokoh GNB lain. Beberapa di antaranya Ketua GNB Sinta Nuriyah Wahid, Kardinal Jakarta Ignatius Suharyo, Romo Franz Magnis Suseno, hingga Laode M. Syarif.

Selain itu, turut hadir juga anggota DPR fraksi PDIP Pinka Haprani, Hendrawan Supratikno, Selly Andriany Gantina, dan Bonnie Triyana. Lalu hadir juga politisi PDIP Andi Widjajanto.

Kardinal Suharyo menyebut mereka berkumpul untuk berdiskusi dan bertukar gagasan soal kebangsaan.

"Sehingga bisa melihat realitas dengan baik dan benar. Tidak dengan emosi, tidak dengan kepentingan, tetapi sungguh-sungguh murni untuk kepentingan bangsa kita," ucap Kardinal Suharyo.

Sementara itu, Laode Syarif menyinggung ihwal proses pembuatan legislasi di DPR yang dinilai berjalan tanpa konsultasi publik yang memadai.

Ia bahkan menyebut apa yang menjadi aspirasi masyarakat tidak tercermin dari produk UU yang dihasilkan DPR dan pemerintah.

"Contohnya, revisi Undang-Undang Polri. Itu sama sekali tidak mengakomodasi semua rekomendasi yang diberikan oleh Komisi Reformasi," ucap Laode.

Kedekatan Megawati dan Sinta Nuriyah

Dalam pertemuan itu Megawati berbagi momen kedekatan dengan Ketua GNB Sinta Nuriyah Wahid.

Keduanya tampak berbincang hangat, bahkan sesekali Mega turut memegangi gagang kursi roda milik Sinta.

Selain itu, Megawati juga beberapa kali tampak terlihat berdiskusi dengan Anita Wahid yang juga hadir di lokasi.

Megawati merupakan Wakil Presiden RI yang mendampingi Gus Dur pada 1999.

Gus Dur menjabat sebagai Presiden hanya sampai 2001. Gus Dur dimakzulkan MPR setelah mengeluarkan Dekrit Presiden yang berisi pembubaran DPR/MPR.

Setelah itu, Megawati pun naik menjadi Presiden ke-5 RI hingga 2004.

(mnf/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |