Jakarta, CNN Indonesia --
Kita terkadang suka terenyuh kalau melihat kucing menjilati sesamanya karena menggemaskan. Banyak yang percaya ini gestur kasih sayang dan memang benar demikian.
Namun studi terbaru menunjukkan kemungkinan lain. Bisa jadi ini sikap pasif-agresif untuk mengusir kucing lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Allogrooming kucing tak selalu dengan iktikad baik
Berdasarkan studi terbaru oleh Morgane J.R. Van Belle et al. dari Universitas Ghent, Belgia, yang dipublikasi di jurnal Applied Animal Behaviour Science (Agustus 2026), aksi menjilat kucing lain bisa jadi metode penyiksaan halus.
Tindakan ini biasa disebut allogrooming, yakni perilaku sosial hewan yang membersihkan atau merawat hewan lain dari spesies lain. Tak hanya kucing, hewan primata, burung, kuda, hingga serangga pun melakukan hal ini.
Adapun studi ini sendiri muncul dari pengalaman penulis utama artikel jurnal, yakni Van Belle. Ahli perilaku kucing dari Universitas Ghent ini, awalnya hanya mengamati interaksi kedua kucingnya yang memperebutkan tempat 'nongkrong' enak dengan paparan sinar matahari.
"Saya melihat pola grooming yang aneh pada kucing-kucing saya sendiri yang membuat saya berpikir, 'Ini sama sekali tidak ramah,'" ucap Van Belle, seperti diberitakan The Star.
Ia mengatakan, saat satu kucing berbaring di selimut dekat jendela, kucing lain akan datang dan mulai menjilatinya dengan cara yang mengganggu. Cara tersebut membuat kucing yang dijilati bangun dan meninggalkan tempat tersebut.
Karena ingin mengecek apakah perilaku ini umum dilakukan kucing atau tidak, Van Belle dan rekan-rekannya meneliti 53 rumah tangga di seantero Eropa yang memiliki lebih dari satu kucing.
Para peneliti memberi tahu para pemilik hewan peliharaan ini apa saja yang harus diperhatikan, lalu minta dikirimkan video interaksi tersebut.
"Dari analisis tersebut langsung terlihat jelas bahwa saling grooming tidak selalu berarti hal yang sama dalam semua konteks," kata Van Belle.
Jadi, menjilat itu tanda sayang atau bullying?
Hasil studi Van Belle dan kawan-kawan mengungkapkan dua hal. Pertama, kucing menunjukkan perilaku grooming yang umum, yakni saling menjilati kepala, leher, atau telinga.
Kucing-kucing cenderung meniru postur tubuh satu sama lain. Baik itu berpelukan maupun duduk berdampingan sebelum dan sesudah allogrooming. Ini menunjukkan gestur ramah yang menunjukkan kasih sayang.
Kedua, ada cara tertentu yang dilakukan kucing untuk melakukan bullying atau merundung sesamanya melalui jilatan. Pada sebagian video, jilatan tersebut jadi penyebab konflik.
Interaksi tersebut ditandai dengan postur tubuh berbeda. Kucing biasanya dalam posisi berdiri sambil menjilati kucing lain yang sedang duduk.
Adapun kucing yang dijilati menunjukkan tanda-tanda stres, seperti menatap, mengeong, memutar telinga, menjilati bibirnya sendiri, hingga mencakar. Hasil ini bertentangan dengan konsep allogrooming yang bersifat saling menguntungkan.
Jilatan yang tak diinginkan tersebut merupakan cara mudah kucing untuk bersikap agresif tanpa perlu berkelahi. Jika tepat sasaran, jilatan tersebut menjadi cara aman kucing untuk menyuruh temannya pergi.
Bantu pemilik mengidentifikasi jilatan kucing
Hasil studi ini menawarkan cara baru bagi para pemilik kucing sekaligus dokter hewan untuk memahami perilaku anabul ini. Profesor psikologi dari Universitas York, Kanada, Suzanne MacDonald, mengatakan informasi ini sangat bermanfaat bagi pemilik kucing.
"Temuan bahwa perawatan diri pada kucing dapat bersifat afiliatif atau agresif, tergantung pada konteksnya, dapat sangat membantu pemilik kucing untuk dapat membedakan antara momen, 'Oh, lucu sekali,' dan momen, 'Ya ampun, mereka mungkin akan berkelahi,'" tuturnya, dilansir CBC.
Ahli perilaku hewan Kristyn Vitale dari Maueyes Cat Science & Education juga sepakat. Hasil studi ini bisa membantu para pemilik untuk lebih jeli melihat bahasa tubuh kucingnya.
"Mengenali bahasa tubuh serta perilaku yang terkait dengan setiap fungsi dapat membantu para perawatnya untuk lebih memahami hubungan antarkucing, mengurangi konflik antarkucing, dan meningkatkan kesejahteraan kucing," kata Vitale.
(rti)


















































