Mendagri Bongkar Biang Kerok Harga Emas Perhiasan di RI Terus Ngegas

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap penyebab harga emas perhiasan terus melonjak bahkan menjadi pendorong utama inflasi di Indonesia.

Menurutnya, harga emas perhiasan terus naik seiring pergeseran besar-besaran cadangan devisa global dari dolar ke emas akibat konflik geopolitik dunia.

Tito menyebut berdasarkan data inflasi Desember 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pergerakan harga emas menempati posisi dominan dalam struktur inflasi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita lihat struktur inflasi, pendorong utamanya adalah harga emas perhiasan. Ini terlihat jelas dari data yang menunjukkan emas berada di komponen dengan kontribusi tertinggi terhadap inflasi," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan lonjakan harga emas tak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan dampak lanjutan dari perang Rusia-Ukraina yang mengubah pola keuangan global. Sebelum perang, Rusia dikenal sebagai pemasok utama minyak dan gas ke Eropa, dengan transaksi menggunakan dolar AS.

Ketika konflik pecah dan negara Barat membekukan simpanan dolar Rusia, negara tersebut mulai mengalihkan cadangannya ke emas. Langkah ini kemudian diikuti oleh negara-negara lain yang memiliki tensi politik dan ekonomi dengan Amerika Serikat (AS).

"Begitu terjadi perang Rusia dan Ukraina, simpanan dolar Rusia dibekukan oleh negara Barat. Karena itu, mereka beralih mencari cadangan yang lebih aman, yaitu emas, dan pembelian besar-besaran pun terjadi," kata Tito.

Menurutnya, efek domino pun muncul. China, India, dan sejumlah negara lain turut mengalihkan cadangan devisanya dari dolar ke emas, bahkan hingga membeli tambang emas di berbagai wilayah dunia. Fenomena ini mendorong lonjakan tajam harga emas secara global.

Dampaknya terasa langsung di Indonesia, mengingat emas merupakan komoditas yang terhubung erat dengan pasar dunia.

"Itu yang membuat harga emas meningkat tajam di tingkat dunia, dan itu dampaknya ke seluruh dunia karena ini adalah komoditas global. Kita tahun per hari ini (harga emas domestik) sudah hampir mendekati Rp3 juta per gram," ujar Tito.

Ia menilai kondisi tersebut memicu semacam 'demam emas' modern, di mana masyarakat berlomba membeli emas sebagai instrumen lindung nilai, sehingga semakin memperkuat tekanan harga.

"Terjadi semacam gold rush, orang ramai-ramai nyari emas, dulu namanya tambang emas, sekarang ramai-ramai nyari banyak pembelian emas terjadi. Nah, itu yang mengakibatkan harga inflasi di Indonesia ini" lanjutnya.

Selain emas, Tito menyebut inflasi bulan ke bulan juga dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, transportasi, dan perawatan pribadi, yang di dalamnya termasuk emas perhiasan. Inflasi Desember tercatat naik 0,64 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,17 persen.

Sementara secara tahunan, inflasi Desember 2025 berada di level 2,92 persen, mendekati ambang batas pemerintah sebesar 3,5 persen. Tito mengingatkan apabila inflasi menembus batas tersebut, dampaknya akan paling terasa bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Kelompok ini, menurutnya, paling rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak, telur, daging, dan ikan, karena penghasilan mereka bergantung pada pemasukan harian.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)

Read Entire Article
| | | |