Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memaparkan rencana negara untuk memenuhi kekurangan guru sebanyak lebih dari 460 ribu orang.
Mu'ti mengatakan pihaknya sejauh ini sudah melakukan sejumlah rapat dengan Kementerian PANRB maupun Kementerian Keuangan guna memadankan data terkait sebaran kekurangan maupun kekosongan formasi guru di seluruh wilayah di Indonesia.
Dia memaparkan peta jalan (roadmap) pun disusun terkait seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru guna memenuhi kekurangan sebanyak 464.856 guru yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkait jumlah guru, itu sudah kami bahas dengan Kementerian PANRB juga Kementerian Keuangan. Jadi Insya Allah datanya itu sudah kami padankan dan sudah rapat berulang kali," kata Mu'ti di Jakarta Pusat, Selasa (22/9).
Ia mengatakan pihaknya telah menyusun kebutuhan akan formasi guru tersebut berdasarkan per mata pelajaran serta per sekolah.
Mu'ti menambahkan angka 464 ribu itu masih dinamis, mengingat setiap tahun akan ada guru yang pensiun sehingga pemenuhan jumlah guru akan diselesaikan secara bertahap.
"Di sinilah kemudian data itu kami buat secara dinamis yang mudah-mudahan nanti secara bertahap dapat kami lakukan pemenuhan jumlah guru," katanya.
Adapun untuk memenuhi kekurangan 464 ribu, ia mengatakan pihaknya akan membuka CPNS formasi guru yang mengangkat sebanyak 30 persen dari kebutuhan 464 ribu tersebut pada tahun 2027.
Kemudian pada tahun 2028, pihaknya akan kembali mengangkat guru berstatus PNS sebanyak 30 persen, dan sisa 40 persennya akan dipenuhi pada tahun 2029.
"Jadi nanti roadmap nya itu 2027, kami akan mengangkat 30% dari kebutuhan 464 itu, kemudian 30% lagi di tahun 2028 dan 2029 kami mengangkat 40%," kata Mu'ti.
Ia pun menegaskan seleksi CPNS formasi guru ini nantinya akan terbuka untuk diikuti oleh guru honorer, guru PPPK maupun lulusan baru atau fresh graduate.
"Jadi kami terbuka tapi semuanya berbasis seleksi, sehingga yang disampaikan pimpinan InsyaAllah akan dapat bisa dipenuhi melalui seleksi terbuka tersebut," kata Mu'ti.
(antara/kid)


















































