Trump Menolak, Inggris-Prancis Turun Tangan Bantu Saudi Hadapi Houthi

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham disebut telah menyetujui pemberian dukungan militer kepada Arab Saudi menghadapi serangan dari milisi Houthi Yaman.

"Pesawat-pesawat Inggris akan menyediakan layanan pengisian bahan bakar di udara yang bersifat 'defensif' bagi jet-jet Saudi," kata PM Burnham kepada wartawan, dalam perjalanannya menuju Sidang Umum PBB di New York.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut laporan kantor berita PA, misi yang dilakukan Inggris akan terbatas pada dukungan bagi pesawat Saudi yang mempertahankan negara dari serangan pesawat nirawak dan rudal, bukan mendukung serangan terhadap Houthi.

Penggunaan pesawat tanker Voyager diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari mendatang dan misi ini memiliki batas waktu. Para pejabat mengindikasikan misi tersebut dapat berlangsung selama beberapa minggu.

Misi pengisian bahan bakar ini merupakan tambahan dari sistem pertahanan udara Sky Sabre milik Inggris yang telah dikerahkan di Arab Saudi.

Burnham mengatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengamankan kepentingan Inggris dan kawasan yang lebih luas, karena "Arab Saudi telah mengalami serangan dan menghadapi potensi gangguan lebih lanjut".

"Kita perlu menjaga jalur tersebut tetap terbuka, dan oleh karena itulah kita menyetujui permintaan tersebut," demikian laporan itu, seperti dikutip AFP.

Selain Inggris, Prancis juga menyatakan kesiapannya untuk "mengamankan" infrastruktur energi Arab Saudi, yang menjadi sasaran serangan milisi Houthi.

"Prancis siap berkontribusi dalam mengamankan infrastruktur energi Saudi di Yanbu dan di sepanjang East-West Pipeline, dalam kerangka pendekatan yang murni bersifat defensif. Hal ini sama sekali tidak melibatkan partisipasi dalam konflik melawan Houthi," ujar seorang sumber diplomatik Prancis.

Houthi telah melancarkan serangan terhadap fasilitas perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco, di kota pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Jalur pipa minyak East-West Pipeline juga telah ditutup menyusul serangan drone yang diluncurkan dari Irak.

Sebelumnya Kepala Badan Pemerintahan Yaman, Rashad Al Alimi, disebut melakukan pembicaraan telepon dengan Presiden Donald Trump meminta dukungan Amerika Serikat untuk melawan Houthi.

Menurut sumber dari kantor Alimi, Trump tidak menjanjikan dukungan militer untuk Yaman. Permintaan Yaman ini terjadi setelah Houthi meluncurkan serangan ke ibu kota Riyadh pada Sabtu (19/9).

Percakapan yang berlangsung pada Minggu (20/9) itu dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas terhadap pemerintah Yaman yang sedang terdesak, setelah Houthi menguasai seluruh pesisir Laut Merah dalam sebuah serangan.

[Gambas:Video CNN]

(dna)

Read Entire Article
| | | |