Menhaj Tegur Keras Saudia Airlines Usai Pesawat Haji Mendarat Darurat

14 hours ago 1

Surabaya, CNN Indonesia --

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengaku melayangkan teguran keras kepada maskapai Saudia Airlines.

Hal itu menyusul adanya kendala yang memaksa pesawat pengangkut jemaah haji asal Embarkasi Surabaya haji melakukan pendaratan darurat di Medan, serta pesawat pengangkut jemaah haji daerah lain di Batam.

"Kita sudah menyampaikan surat peringatan, teguran keras kepada mereka [Maskapai Saudia Airlines]," kata Gus Irfan saat meninjau Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya, Senin (27/4) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gus Irfan menegaskan pihak maskapai seharusnya memiliki kesiapan ekstra, termasuk penyediaan pesawat cadangan yang memadai untuk mengantisipasi situasi darurat seperti ini.

"Dua pesawat Saudia, satu harus servis di Medan, kemudian satu yang di Batam itu tidak bisa berangkat dan harus mencari pengganti," ucapnya.

"Inilah yang sering kita wanti-wanti kepada penerbangan. Harus siap, harus siap, harus siap. Kita kadang-kadang bukan hanya maksa-maksa mereka harus siap, termasuk persiapan cadangan, pesawat cadangan sudah kita minta. Dan sepertinya ternyata tidak terlalu siap ini Saudia-nya," tambahnya.

Terkait nasib jemaah yang terdampak di Medan, dilaporkan jadwal keberangkatan ulang direncanakan pada Senin sore. Meski demikian, pihak kementerian masih terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan seluruh jemaah yang tertunda keberangkatannya dapat segera terbang ke tanah suci.

"Jadwal yang Medan jadwalnya jam 17.00 WIB tadi, saya belum tahu perkembangannya apa malam ini. Yang Batam saya belum cek lagi. Mudah-mudahan sudah berangkat," kata dia.

Selama masa tunggu akibat kendala teknis tersebut, Gus Irfan memastikan hak-hak jemaah haji harus dipenuhi sepenuhnya oleh maskapai sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Tim dari Kementerian Haji juga telah disiagakan di lokasi untuk melakukan pendampingan langsung kepada para jemaah di penginapan.

"Tunda itu kewajiban maskapai menyediakan hotel, makan tiga kali. Kita pantau terus, tim kita yang di Medan selalu pantau, ikut mendampingi jemaah kita yang di hotel-hotel itu, untuk memastikan kalau mereka mendapatkan hak mereka untuk semua kebutuhan mereka," tegasnya.

Meskipun terjadi kendala operasional di luar kendali pemerintah, Gus Irfan mengimbau agar para jemaah tetap tenang dan tidak kehilangan semangat. Ia berharap waktu istirahat tambahan di hotel dapat dimanfaatkan oleh jemaah untuk memperkuat kesiapan sebelum melaksanakan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

"Ya, ini kan sudah di luar kendali kita. Saya harapkan ini tidak mengganggu konsentrasi jemaah, tidak menyebabkan jemaah down. Ini justru mudah-mudahan akan menambah semangat mereka karena ada kesempatan semalam di hotel untuk mempersiapkan, terutama mempersiapkan mental ya dalam menjalankan ibadah haji," katanya.

Banner Microsite Haji 2026

[Gambas:Youtube]

(frd/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |