Jakarta, CNN Indonesia --
Baic Indonesia mengungkap rencana membawa mobil multi purpose vehicle (MPV) listrik ke pasar Indonesia tahun depan alias 2027. Model ini akan menjadi lini anyar di antara calon model terbaru yang tengah disiapkan perusahaan bakal pasar Tanah Air.
Sejauh ini Baic baru memasarkan SUV konvensional dan hybrid, serta satu crossover lima penumpang berbasis listrik.
"Tahun depan ya, mudah-mudahan ya," kata Dhany Yahya, COO JIO Distribusi Indonesia di Lembang, Jawa Barat, Selasa (18/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan MPV listrik tersebut diharapkan sudah dapat dipasarkan pada semester pertama 2027.
"Mudah-mudahan semester 1 udah bisa kami lakukan," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Model yang dimaksud diduga Arcfox V9. MPV premium boxy dengan ukuran besar ini telah meluncur duluan di China dan tersedia dalam dua pilihan penggerak yaitu murni listrik dan plug in hybrid electric vehicle.
Meski demikian ia belum mengungkap secara detail mengenai model maupun spesifikasi MPV listrik yang dimaksud.
Terkait waktu peluncuran, Dhany menyebut perusahaan membuka peluang memanfaatkan salah satu pameran otomotif besar di Indonesia. Namun menurutnya Baic biasanya tidak langsung meluncurkan produk baru bertepatan dengan pameran.
Kata dia perusahaan memiliki pola untuk memperkenalkan kendaraan sekitar satu bulan sebelum pameran berlangsung.
"Biasanya kami launching satu bulan sebelum pameran seperti T1 kemarin," tuturnya.
Dhani menambahkan, sebelum 2026 berakhir, perusahaan akan menyiapkan satu model lagi, yakni Arcfox T5. Model tersebut merupakan SUV elektrifikasi dengan panjang bodi yang nyaris mencapai 5 meter.
Ia juga mengatakan teknologi Range-Extended Electric Vehicle (REEV) tengah dipertimbangkan untuk dibawa ke Indonesia tahun depan. Saat ini sudah terdapat sejumlah model BAIC yang mengusung teknologi tersebut.
"Kamk punya model yang rencana REEV itu di BJ41 atau BJ40 Pro. Ada juva di T5, dan ada di V9 untuk REEV dan BEV," kata Dhani.
Belum puas
Baic yang resmi mengaspal di Indonesia pada 2024, mencatat 198 unit penjualan retail pada periode Agustus-Desember 2024. Kemudian penjualan meningkat menjadi 677 unit sepanjang Januari-Desember 2025.
Memasuki 2026, kinerja penjualan BAIC kembali menunjukkan pertumbuhan. Pada Januari-Juli 2026, Baic sudah menjual 415 unit, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 291 unit.
Meski demikian, BAIC menilai capaian tersebut masih belum sesuai dengan harapan perusahaan.
"Kalau kita evaluasi, kita masih belum puas. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kita menjual lebih baik dibandingkan dengan tahun 2025 untuk wholesale-nya," ujar Dhany.
Dhany bahkan memasang target pertumbuhan penjualan yang cukup agresif hingga akhir tahun ini.
Perusahaan berharap penjualan pada 2026 dapat mencapai tumbuh sekitar 200 persen dibandingkan capaian 2025.
Selain model bermesin konvensional, Dhani menyebut Baic telah memperkuat lini kendaraan listriknya di Indonesia. Produk perdana mereka adalah crossover EV dengan kapasitas lima penumpang, T1.
Namun, perusahaan belum menetapkan target pangsa pasar atau angka penjualan khusus untuk segmen kendaraan listrik (EV).
Ia menilai persaingan di segmen tersebut cukup ketat sehingga perusahaan masih melihat perkembangan pasar sebelum menentukan target yang lebih spesifik.
"Belum. Jadi kita lihat bahwa kemarin ternyata, apa namanya, kita sadari bahwa di kelasnya segmen ini memang cukup tight," ujarnya.
Dhany lanjut mengklaim respons masyarakat terhadap T1 cukup positif, terlihat saat model ini diluncurkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Lebih dari 200 orang telah melakukan uji coba pada mobil tersebut.
"Dan mereka mengatakan kendaraan ini memang bagus tapi memang mereka butuh test drive yang lebih panjang lagi," katanya.
Kemudian, dari 407 surat pemesanan kendaraan (SPK) yang diperoleh selama GIIAS, 139 SPK di antaranya merupakan pesanan untuk T1.
(ryh/fea)

















































