Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali berkelakar dengan mengusulkan agar nama Selat Hormuz diganti menjadi "Selat Trump" di tengah perang yang kembali berkobar dengan Iran.
Trump telah melakukan serangkaian perubahan nama geografis terhadap sejumlah perairan internasional selama masa jabatan keduanya, setidaknya sebagian dengan tujuan memprovokasi atau menyindir negara lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usulan terbaru itu disampaikan pada Rabu (2/9) ketika Trump bersikeras bahwa AS telah menguasai Selat Hormuz sepenuhnya, perairan strategis yang menjadi jalur utama perdagangan minyak global.
"Sekarang setelah kita menguasainya di bawah kendali AS, haruskah kita mengubah nama Selat Hormuz menjadi SELAT TRUMP??? Seperti Amerika sendiri, namanya akan menjadi 'lebih panas' dari sebelumnya!" tulis Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya.
Dikutip AFP, Gedung Putih kemudian mengunggah peta Teluk di media sosial dengan nama yang diusulkan Trump tersebut, disertai keterangan: "Namanya terdengar bagus."
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump berulang kali mengancam akan mengklaim kedaulatan atas Selat Hormuz, bahkan mengunggah peta yang menunjukkan jalur perairan tersebut sebagai "wilayah baru AS".
Namun, Trump kemudian mengecilkan gagasan untuk mengganti nama Selat Hormuz.
"Itu cuma kelakar saja," kata Trump sambil terkekeh setelah seorang wartawan AFP bertanya kepadanya di Ruang Oval apakah ia serius ingin mengganti nama selat tersebut.
Namun, sejumlah usulan sebelumnya dari politikus Partai Republik berusia 80 tahun itu juga sempat dianggap sebagai candaan, sebelum pada akhirnya benar-benar diwujudkan.
Pekan lalu, Trump menandatangani perintah untuk mengganti nama Danau Ontario menjadi "Danau Amerika" di tengah perang dagang dengan negara tetangga Kanada.
Pengesahan pergantian nama itu berlangsung hanya beberapa hari setelah sang presiden tampaknya melontarkan gagasan tersebut sebagai lelucon.
Trump juga mengganti nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika" pada hari pertamanya kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025. Baik Meksiko maupun Kanada tidak menerima perubahan nama tersebut.
Ia juga semakin sering menamai berbagai tempat dengan namanya sendiri, termasuk pusat seni Kennedy di Washington.
Sementara itu, Kementerian Keuangan AS pada Rabu juga menerbitkan koin 1 dolar yang menampilkan wajah Trump untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan AS.
(rds)


















































