Makassar, CNN Indonesia --
Pertamina buka suara terkait antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. BUMN itu memastikan antrean tersebut bukan disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Kondisi tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran masyarakat menyusul pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto juga memastikan BBM di wilayah Makassar dan Sulawesi masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak ada langka. Stok tersedia dan cukup," kata Lilik kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/9).
Menurut Lilik kekhawatiran masyarakat semakin meningkat setelah terjadi pemadaman listrik bergilir. Masyarakat yang melihat antrean di SPBU kemudian ikut mengisi BBM karena takut tidak kebagian.
"Mulai dari listrik yang padam bergiliran, lihat antrean di SPBU jadi takut enggak kebagian BBM," ujarnya.
Lilik menyebutkan bahwa peningkatan konsumsi tersebut masih dapat diantisipasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, penyaluran BBM ditambah sekitar 10-15 persen dari konsumsi normal harian.
"Normal, karena kebutuhan meningkat, kita tambah 10-15 persen dari normal harian," katanya.
Lilik memastikan Pertamina terus memantau kondisi stok dan penyaluran BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Pertamina memastikan stok dalam kondisi yang aman dan mencukupi," tuturnya.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Warga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan normal.
"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik dan beli BBM secukupnya," pungkasnya.
(mir/ins)


















































