Tangerang, CNN Indonesia --
Polisi mengungkap motif kasus pengeroyokan prajurit TNI AD berinisial ABS hingga tewas di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang karena dipicu perselisihan saat mengantre sate taichan.
Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan mengatakan keributan bermula ketika para pelaku memesan empat porsi sate taichan di sebuah gerai. Korban yang merupakan pelanggan tetap penjual sate kemudian terlibat adu mulut dengan para pelaku terkait urutan antrean.
Menurut hasil pemeriksaan saksi, perdebatan semakin memanas setelah muncul persoalan mengenai jumlah tusuk sate dalam satu porsi. Cekcok itu kemudian memicu salah satu tersangka berinisial S melakukan pemukulan terhadap korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Motifnya salah paham berawal karena rebutan antrean sate taichan, cekcok dan tersangka S memukul korban lebih dulu," kata Wira kepada wartawan, Jumat (24/7).
Wira menyebut polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan korban yang berada di lokasi sebelum kejadian serta penjual sate taichan yang menyaksikan peristiwa tersebut.
Dalam perkembangan penyidikan, jumlah tersangka bertambah dari empat menjadi tujuh orang. Tiga orang yang sebelumnya berstatus saksi kini ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan gelar perkara.
Wira mengatakan penetapan status ketiga orang tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat mereka dalam perkara tersebut.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 458, Pasal 262, dan Pasal 466 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman sesuai peran masing-masing dalam tindak pidana yang dilakukan.
Sebelumnya, jasad prajurit TNI AD berinisial ABS ditemukan di kawasan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (19/7).
(fra/arl/fra)
Add
as a preferred source on Google
















































