Purbaya Harap Thomas Djiwandono 'Bisa Bantu' Kemenkeu dari BI

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap mantan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dapat mempertimbangkan kepentingan fiskal dalam perumusan kebijakan moneter.

Hal itu disampaikan Purbaya usai memimpin sidang penyelesaian hambatan berdasarkan aduan pengusaha dalam kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (26/1).

"Harapannya, dia (Thomas) bisa memberikan masukan yang lebih kuat ke kebijakan moneter yang juga memasukkan concern fiskal," ujar Purbaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menegaskan masukan tersebut tidak dimaksudkan agar kebijakan fiskal mendominasi kebijakan moneter. Menurutnya, peran Thomas di BI bersifat independen dan diharapkan dapat memperkaya diskusi kebijakan.

"Setelah di sana, ya dia di sana. Saya tidak bisa mengendalikan dia. Tapi dengan pemikiran yang lebih luas, dia bisa memberikan warna berbeda dalam diskusi kebijakan moneter," ujarnya.

Sebelumnya, Komisi XI DPR RI melalui rapat internal menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI, menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya.

"Dalam rapat internal di Komisi 11, bahwa diputuskan yang menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono," ujar Ketua Komisi XI Misbakhun usai rapat internal.

Misbakhun mengatakan persetujuan tersebut diberikan setelah Thomas dinyatakan lolos uji kepatutan dan kelayakan pada Senin (26/1). Nama Thomas selanjutnya akan dibawa ke Sidang Paripurna DPR untuk disahkan pada Selasa (27/1).

Misbakhun menyebut salah satu pertimbangan pemilihan Thomas adalah kemampuannya menjelaskan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menilai status Thomas sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto dapat dikesampingkan karena profesionalisme yang ditunjukkan dalam proses uji kelayakan.

Dalam uji tersebut, Thomas mengusulkan konsep sinergi fiskal-moneter yang menitikberatkan pada penguatan likuiditas dan suku bunga, berbeda dari kebijakan burden sharing pada masa pandemi Covid-19. Ia menilai transmisi kebijakan suku bunga memerlukan dukungan kebijakan likuiditas yang memadai.

Thomas juga menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia relatif solid, ditopang inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan sektor keuangan. Ia menyebut tren penurunan inflasi membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Saat ini hal yang saya ingin cetuskan adalah sinergi fiskal moneter khususnya di level likuiditas dan suku bunga," ujar Thomas dalam rapat dengar pendapat umum calon Deputi Gubernur Bank Indonesia bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (26/1).

Jika resmi menjabat Deputi Gubernur BI, Thomas menyatakan akan mengusung strategi bertajuk GERAK untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga independensi Bank Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

(lau/ins)

Read Entire Article
| | | |