Raksasa EV Global Ramai Masuk RI, Pemerintah Sebut Pasar Domestik Siap

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia kian menarik minat produsen otomotif global untuk berinvestasi dan memperluas bisnis di dalam negeri. Sejumlah merek kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dunia kini tercatat telah masuk dan membangun ekosistem produksi di Indonesia.

Deputi Perniagaan Ekonomi Digital Ali Murtopo mengatakan kehadiran pemain otomotif global menjadi indikator kesiapan pasar domestik menuju kemandirian industri. Menurutnya, Indonesia tidak lagi hanya dipandang sebagai pasar, tetapi juga sebagai basis produksi dan inovasi.

"Mereka juga sudah siap ada di pasar kita. Nah ini yang membuat kita yakin bahwa market dalam negeri itu sudah siap menuju kemandirian," ujar Ali dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Selasa (3/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali menyebut sejumlah produsen kendaraan listrik seperti VinFast, Chery, BYD, hingga merek global lainnya telah bergabung dalam ekosistem otomotif nasional. Para produsen tersebut tidak hanya membawa produk, tetapi juga investasi dan pengembangan industri pendukung.

Ia menjelaskan, daya tarik Indonesia tidak lepas dari kesiapan ekosistem kendaraan listrik yang terbangun dari hulu hingga hilir. Mulai dari pertambangan, smelter, prekursor, hingga industri baterai dinilai telah siap menopang produksi EV.

"Dan itu sudah membuktikan bahwa ekosistem di kita sudah siap. Nah, kemudian dari hulu kalau kita perhatikan sejak dari smelter untuk pabrik. Dari mining, smelter, prekursor sampai di baterai pun sudah siap," kata Ali.

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif fiskal dan non-fiskal untuk mendorong investasi EV. Langkah tersebut membuat realisasi investasi kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Ali menambahkan, keyakinan investor global juga terlihat dari pembangunan pabrik berskala besar dan pengembangan model bisnis baru, seperti penyediaan infrastruktur dan skema sewa baterai. Hal itu menunjukkan komitmen jangka panjang pelaku usaha terhadap pasar Indonesia.

"Jadi mereka yakin market Indonesia adalah market yang menjanjikan, dengan demikian ya kita jalan bersama-sama dan terutama pemerintah juga sekarang ada program kementerian untuk pengembangan mobil nasional. Tentu kita jalan beringan dalam strategic partnership," pungkasnya.

(ldy/ins)

Read Entire Article
| | | |