Rektor Udayana Bakal Dialog dengan BEM soal Kerja Sama dengan TNI

17 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Universitas Udayana (Unud) disebut bakal membuka ruang dialog dengan mahasiswa terkait kerja sama dengan TNI melalui Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana.

"Kritik dan pandangan dari mahasiswa adalah bagian penting dari proses akademik yang sehat," kata Rektor Unud, Prof Ir I Ketut Sudarsana di Denpasar, Bali, Sabtu, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan dialog terbuka dengan mahasiswa bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud digelar pada Selasa (8/4) pukul 14.00 Wita di Gedung Widya Saba Kampus Jimbaran, Kabupaten Badung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudarsana menyebut diskusi itu sebagai bentuk keseriusan kampus mendengarkan suara mahasiswa secara langsung, dan bakal dihadiri pimpinan universitas, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta undangan sivitas akademika.

"Kampus bukan menara gading. Kami ingin memastikan semua kebijakan berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas," katanya lagi.

Sebelumnya, Rektor Unud menyebut kerja sama dengan Kodam IX/Udayana untuk memperkuat pendidikan karakter dan bela negara mahasiswa, serta meningkatkan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan generasi muda di kampus, dengan program kerja sama bersifat edukatif, terbuka, dan partisipatif.

Bentuk kerja sama itu mencakup pemberian kuliah umum dari tokoh TNI tentang kebangsaan, serta pelatihan bela negara bersifat non-militeristik.

Kemudian, program pengabdian masyarakat bersama di bidang ketahanan pangan dan teknologi tepat guna serta meningkatkan kapasitas SDM prajurit aktif melalui akses program strata satu (S1), strata dua atau magister (S2), dan program doktor atau S3 di Unud.

Kerja sama ini menjadi sorotan, terutama karena waktunya berdekatan dengan pengesahan Revisi UU TNI yang mendapat penolakan, termasuk dari berbagai kelompok mahasiswa di Indonesia. 

Salah satu pasal yang disoroti dalam Revisi UU tersebut adalah soal jumlah lembaga yang bisa ditempati oleh prajurit aktif, yang bertambah menjadi 14 lembaga dari semula 10. Selain itu, ada juga pasal mengenai penambahan jumlah Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang dapat dilakukan TNI.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana (Kapendam) Kolonel Infanteri Agung Udayana menegaskan kerja sama institusinya dengan Unud bukan merupakan bentuk militerisme atau intervensi terhadap kegiatan kampus, melainkan kerja sama bidang pembinaan wawasan kebangsaan.

"Ini adalah tindak lanjut dari MoU Kemendikbudristek dengan TNI pada 2023 sebagaimana disampaikan Rektor Unud dengan fokus penguatan karakter, wawasan kebangsaan, dan program edukatif yang partisipatif," kata dia di Denpasar, Rabu (2/4).

Kapendam mengatakan seluruh kegiatan dalam kerja sama murni bersifat edukatif dan tetap berpegang pada tri dharma perguruan tinggi, tidak akan mengganggu independensi akademik, dan tidak ada agenda militerisasi.

(antara/vws)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |