Rosan Buka Suara soal Danantara Akuisisi Saham GoTo

2 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan P Roeslani membenarkan lembaganya telah mulai masuk sebagai investor di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk.

Rosan secara terbuka menyebut Danantara memilih GoTo sebagai entitas yang dibeli sahamnya. Ia kemudian menegaskan proses investasi tersebut bukan lagi sebatas rencana.

"Ya, kita sudah masuk kok sebetulnya. Sudah mulai masuk (posisi sebagai pemegang saham)," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski belum mengungkap secara rinci porsi kepemilikan Danantara di GoTo, Rosan mengisyaratkan perubahan kebijakan di perusahaan mulai terlihat sejak awal tahun ini seiring masuknya peran Danantara.

"Ya perubahan-perubahan itu mulai terjadi kan di Januari. Ya kan? Itu aja kodenya," katanya.

Rosan menuturkan tujuan utama Danantara masuk ke GoTo bukan semata urusan investasi finansial, melainkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan pengemudi ojek online (ojol) yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis aplikator.

[Gambas:Youtube]

"Yang penting kan buat kita ini adalah kesejahteraan ojol. Bagaimana kita bisa meningkatkan kesejahteraan ojol termasuk adanya BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan," ujarnya.

Menurut dia, sejumlah kebijakan yang belakangan muncul untuk pengemudi, mulai dari pemberian perlindungan jaminan sosial hingga bonus hari raya (BHR) yang nilainya dilipatgandakan, tak lepas dari pembicaraan Danantara dengan manajemen perusahaan.

"Itu kan tadinya sebelumnya enggak ada. Kemudian pada saat BHR kemarin, itu kan juga sebetulnya dari kami yang bicara agar THR-nya itu dilipatgandakan, di-double-kan. Itu juga dari kami sebetulnya," tutur Rosan.

Ia menjelaskan Danantara juga mendorong perubahan strategi bisnis di industri ride hailing. Selama ini, kata Rosan, perusahaan aplikator banyak menghabiskan dana untuk perang promosi dan pemasaran atau burning cash. Dana itu, menurut dia, lebih baik dialihkan untuk kepentingan mitra pengemudi.

"Tadinya kan perusahaan ojol ini mereka saling marketing, saling burning cash sampai ratusan juta dolar hanya untuk marketing. Ya udah, kita ajak ngomong aja yang lain, enggak usah kita burning cash seperti ini, mendingan dana ini kita pakai sepakat untuk kepentingan ojol," katanya.

Rosan juga menegaskan peran Danantara dalam GoTo belum berhenti. Ia menyebut masih ada sejumlah agenda lanjutan yang sedang disiapkan, termasuk pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penurunan potongan aplikasi maksimal 8 persen.

"Nanti masih ada lagi kesejahteraan kita yang akan kita jalankan dan sudah ada arahan Bapak Presiden (Prabowo) 8 persen maksimal dan itu segera dilaksanakan sehingga kesejahteraan ojol bisa meningkat ke depannya," ucapnya.

Meski demikian, Rosan belum bersedia memerinci total saham yang telah dibeli Danantara maupun apakah akumulasi pembelian akan terus bertambah. Ia hanya menyebut proses tersebut masih berlanjut.

Di sisi lain, manajemen GoTo juga mengonfirmasi adanya pembelian saham oleh Danantara. Corporate Secretary GoTo R A Koesoemohadiani menyatakan pihaknya memahami Danantara telah membeli saham perseroan melalui bursa dalam jumlah terbatas.

"Sesuai dengan pemberitaan di media, kami memahami bahwa BPI Danantara telah membeli sejumlah saham perseroan melalui bursa dalam jumlah kurang dari 1 persen dari saham yang diterbitkan oleh perseroan," kata Koesoemohadiani dalam laporan di Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (⅘).

Ia mengatakan perseroan menyambut masuknya Danantara sebagai sinyal kepercayaan investor terhadap prospek bisnis GoTo.

"Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang perseroan," ujarnya.

Menurut GoTo, hingga saat ini perseroan tetap menjalankan kewajiban pelaporan kepemilikan saham sesuai aturan BEI. Namun, detail pemegang saham dengan kepemilikan 1 persen sampai 5 persen bersifat terbatas dan hanya dilaporkan kepada bursa.

Sebelumnya, kabar pemerintah melalui Danantara mengakuisisi sebagian saham aplikator ojek online lebih dulu diungkap Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat menerima audiensi kelompok buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei lalu.

Namun saat itu belum dijelaskan secara terbuka platform mana yang menjadi target investasi pemerintah.

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |