Saham RANS Anjlok 15,8 Persen dalam Sebulan, Apa Sebabnya?

7 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Saham PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) melemah cukup dalam dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan data perdagangan pada Jumat (21/8), saham RANS berada di level Rp200 per saham, turun Rp38 atau 15,83 persen dalam sebulan.

Penurunan tersebut terjadi setelah saham RANS sempat bergerak di kisaran Rp200-Rp240 dalam sebulan terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Jumat (21/8), saham RANS dibuka di Rp200 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp216, sebelum kembali ditutup di Rp200.

Meski turun 15,83 persen dalam sebulan, posisi saham RANS saat ini masih berada di atas harga penawaran umum perdana (IPO) yang ditetapkan sebesar Rp170 per saham.

Dengan demikian, secara matematis harga Rp200 masih sekitar 17,6 persen lebih tinggi dibandingkan harga IPO.

RANS resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026. Dalam aksi IPO tersebut, perseroan menawarkan sekitar 2,525 miliar saham dengan harga Rp170 per saham dan menghimpun dana sekitar Rp429 miliar.

Porsi saham yang dilepas ke publik tercatat sekitar 19,96 persen.

Pergerakan saham tersebut juga terjadi di tengah kinerja keuangan RANS yang mengalami penurunan pada 2025.

Berdasarkan data keuangan yang tercatat di Stockbit, RANS membukukan pendapatan Rp353 miliar pada 2025, turun dari Rp410 miliar pada 2024 dan Rp438 miliar pada 2023.

Laba kotor RANS tercatat Rp153 miliar pada 2025, turun dari Rp159 miliar pada 2024. Sementara laba usaha turun menjadi Rp76 miliar dari Rp88 miliar.

Penurunan lebih besar terlihat pada laba sebelum pajak yang tercatat Rp76 miliar pada 2025, dibandingkan Rp127 miliar pada 2024. Adapun laba bersih dari operasi yang dilanjutkan tercatat Rp57 miliar, turun dari Rp108 miliar pada 2024.

Di pasar, RANS saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp2,55 triliun dengan rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 41,72 kali.

Analis Pasar Saham Ibrahim Assuaibi menilai penurunan saham RANS setelah IPO merupakan bagian dari proses pasar dalam mencari harga yang dianggap wajar.

Menurutnya, saham perusahaan yang baru melantai di bursa kerap mengalami kenaikan pada awal perdagangan sebelum kemudian terkoreksi.

"Pada saat perusahaan-perusahaan IPO apalagi yang berhubungan dengan politis, apalagi yang berhubungan dengan bakar-bakar duit, itu pasti akan dipermainkan oleh para spekulan," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Jumat (21/8).

Ia mengatakan kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah saham IPO lain. Menurutnya, koreksi RANS menunjukkan pasar sedang menguji seberapa tinggi harga yang sebenarnya dapat diterima untuk saham tersebut.

"Nah, sebenarnya di sini pasar itu sedang melihat ini bahwa harga yang sebenarnya untuk RANS itu seberapa. Bisa saja gonjang-ganjing ini apalagi sudah minus 15 persen kan," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Read Entire Article
| | | |