Senator Republik: Maduro Ditangkap, Tak Ada Lagi Serangan ke Venezuela

18 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Senator Amerika Serikat (AS) yang berasal dari Partai Republik, Mike Lee, mengatakan setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap militer Paman Sam, tak akan ada lagi serangan ke negara tersebut.

Hal tersebut diungkap Mike Lee via akun media sosial X miliknya. Dia mengklaim itu adalah informasi yang diterimanya dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Baru saja menelepon @SecRubio. Dia memberitahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk menghadapi tuntutan kriminal di Amerika Serikat," katany dalam unggahan di akun X-nya, @BasedMikeLee, dikutip Sabtu (3/1) sore WIB.

Menurutnya ledakan-ledakan yang disaksikan terjadi di Caracas, Venezuela, pada Sabtu dini hari tadi adalah untuk melindungi para personel AS yang menjalankan surat perintah penangkapan Maduro.

"Tindakan ini kemungkinan besar termasuk dalam wewenang inheren presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi [AS] untuk melindungi personel AS dari serangan yang sebenarnya atau yang akan segera terjadi," imbuhnya di unggahan tersebut.

Mengutip Rubio, Mike Lee mengatakan tak akan ada aksi militer lebih lanjut di Venezuela setelah Maduro berhasil mereka tangkap.

"Dia [Rubio] memperkirakan tidak akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela sekarang setelah Maduro berada dalam tahanan AS," ujar Senator dari Negara Bagian Utah itu pada unggahan di X selanjutnya.

[Gambas:Twitter]

Terpisah, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pasukan militernya telah berhasil menangkap Maduro bersama istri, Cilia Flores, dan dibawa keluar dari wilayah Venezuela.

Pengumuman penangkapan ini menandai puncak dramatis dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Trump untuk menggulingkan Maduro dari kursi pemerintahan di Venezuela.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa AS telah melakukan 'serangan skala besar terhadap Venezuela'. Ia menekankan operasi militer ini dilakukan 'bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS'.

"Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela," tulis Trump dalam unggahannya seperti dikutip dari CNN.

Sementara itu belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela. Mengutip dari Reuters, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Sabtu pagi di stasiun televisi negara itu mengaku tak tahu keberadaan Maduro dan Flores.

Serangan AS itu pun mendapatkan kecaman keras dari negara-negara di kawasan Amerika lainnya seperti Kuba dan Kolombia. Kolombia, mengutip dari AFP, bahkan telah mengerahkan pasukan militer ke perbatasan dengan Venezuela.

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan telah memerintahkan pengerahan pasukan militer ke perbatasan Venezuela menyusul "serangan AS. Petro menggambarkan tindakan Washington sebagai "serangan terhadap kedaulatan" Amerika Latin dan mengatakan bahwa tindakan tersebut akan mengakibatkan krisis kemanusiaan.

(kid)

Read Entire Article
| | | |