Studi Ungkap Jumlah Ideal Minum Kopi untuk Kurangi Stres

5 hours ago 8

CNN Indonesia

Senin, 31 Agu 2026 07:30 WIB

Studi Ungkap Jumlah Ideal Minum Kopi untuk Kurangi Stres Ilustrasi secangkir kopi. (shixugang/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mengonsumsi atau minum kopi sekarang bukan lagi sekadar menjadi amunisi untuk mengusir rasa kantuk atau menambah energi harian.

Jika diminum dalam takaran yang pas, kebiasaan minum kopi rupanya berpotensi menekan risiko timbulnya stres dan gangguan suasana hati atau mood.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders menggarisbawahi bahwa manfaat optimal kopi bagi kesehatan mental dapat diperoleh melalui konsumsi moderat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan riset yang dilaporkan Men's Health, tim peneliti menganalisis data kesehatan milik 461.586 partisipan selama rata-rata 13,4 tahun. Sepanjang rentang periode tersebut, tercatat 18.220 orang mengalami gangguan suasana hati dan 18.547 orang menderita gangguan stres.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok dengan tingkat risiko gangguan mental terendah adalah mereka yang rutin mengonsumsi 2 hingga 3 cangkir kopi per hari.

Penelitian ini mengidentifikasi pola hubungan berbentuk kurva J (J-shaped curve). Artinya, efek positif kopi hanya berlaku pada konsumsi sedang dan akan sirna apabila diminum secara berlebihan.

"Konsumsi kopi dalam jumlah tinggi, terutama lima cangkir atau lebih dalam sehari, tidak memberikan manfaat tambahan dan justru berpotensi meningkatkan risiko," jelas penulis studi sekaligus profesor dari Fudan University, Dr. Xiang Gao.

Manfaat kopi terhadap kondisi psikologis tak lepas dari kandungan zat aktif di dalamnya, seperti kafein dan antioksidan. Kafein bekerja aktif memengaruhi neurotransmiter di otak, khususnya dopamin dan serotonin yang memegang peranan kunci dalam mengendalikan suasana hati dan kestabilan emosi.

Selain menstimulasi otak, kopi juga efektif menurunkan tingkat peradangan dalam tubuh. Profesor Psikiatri dari Vanderbilt University, Dr. Peter R. Martin, menyebut kandungan aktif kopi ampuh meredakan stres oksidatif-kondisi pemicu kerusakan sel yang kerap berkorelasi dengan masalah kesehatan jiwa.

Kopi juga terbukti memangkas rasa lelah fisik, sehingga membuat seseorang lebih aktif dan fokus dalam mengarungi aktivitas sehari-hari.

Meski menawarkan segudang manfaat, para ahli mengingatkan bahwa respons tubuh setiap individu terhadap kafein bersifat unik dan sangat bervariasi.

Pakar kesehatan dari University of Pennsylvania, Dr. Yvette Sheline, menegaskan pentingnya memahami batas toleransi masing-masing. Bagi sebagian orang yang sensitif, asupan kafein berlebih justru dapat memicu kecemasan dan rasa gelisah.

Di samping itu, faktor gaya hidup seperti kualitas tidur turut memegang peranan krusial. Dr. Xiang Gao menambahkan bahwa orang yang mengonsumsi kopi secara bijak dan diimbangi dengan waktu tidur yang cukup cenderung merasakan dampak positif kafein secara lebih maksimal bagi kesehatan mental mereka.

(wiw)

placeholder

Read Entire Article
| | | |