Surya Paloh Buka Suara Keponakan Jadi Komisaris BTN

21 hours ago 4

CNN Indonesia

Kamis, 03 Apr 2025 20:57 WIB

Ketum NasDem Surya Paloh mengaku tak bisa melarang keponakannya, Pietra Machreza Paloh diangkat sebagai komisaris BTN. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkap posisi keponakannya Pietra Machreza Paloh menjadi komisaris independen di BUMN perbankan Bank Tabungan Negara (BTN) bukan atas nama partai. (AFP/YASUYOSHI CHIBA)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkap posisi keponakannya Pietra Machreza Paloh menjadi komisaris independen di BUMN perbankan Bank Tabungan Negara (BTN) bukan atas nama partai.

"Saya pun tidak tahu (alasan dipilih) mungkin itu pikiran-pikiran orang pusat, tetapi tidak dicalonkan NasDem," kata Surya Paloh usai prosesi serah terima jabatan pengurus DPW Partai NasDem Bali di Denpasar, Kamis (3/4), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus NasDem sekaligus keponakan Surya Paloh bernama Pietra Machreza Paloh akhir Maret lalu diangkat menjadi komisaris independen BTN.

Pengangkatan melalui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Selain Pietra, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah juga diangkat menjadi komisaris.

"Orang di kabinet saja kami tidak mencalonkan, apalagi itu (komisaris BTN), dan ya tidak mungkin semua kami bilang jangan," ujar Paloh.

Paloh memastikan tak ada nama kadernya yang dikirim untuk mengisi jabatan di instansi atau lembaga pemerintahan. Namun, bukan berarti dia melarang ketika ada kader yang mumpuni di posisi tersebut.

"Tidak ada, coba cek, kalau saya juga bilang jangan kamu begini-begini nanti ya sebagai om salah juga," kata Surya Paloh membahas keponakannya Pietra Machreza Paloh.

Politisi sekaligus pengusaha media itu menegaskan bahwa NasDem tahu diri dengan tidak mengambil jabatan di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut dia, ini bagian dari moralitas sebagai partai yang tidak berkontribusi dalam mengampanyekan pasangan Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024.

"Kenapa kami tidak ada dalam kabinet rezim Prabowo? Karena kami tahu diri, ada budaya malulah bagi kami, kami tidak berjuang untuk menjadikan Prabowo presiden pada pilpres ... eh tiba-tiba ketika sudah jadi kami nongol, tolong Pak kami ikut kabinet," ujarnya.

(fra/antara/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |