The Fed Ingatkan Inflasi Berpeluang Naik Usai Trump Pasang Tarif

8 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Federal Reserve mengingatkan bahwa inflasi berpeluang meningkat di Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik ke berbagai barang impor dari banyak negara.

"Kita menghadapi prospek yang sangat tidak pasti dengan risiko tinggi dari pengangguran yang lebih tinggi dan inflasi yang lebih tinggi," kata Kepala The Fed, Jerome Powell, pada Jumat (4/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meskipun tarif sangat mungkin menghasilkan setidaknya kenaikan sementara dalam inflasi, ada kemungkinan juga bahwa dampaknya bisa lebih persisten," lanjutnya seperti diberitakan CNN.

Ucapan kepala bank sentral AS tersebut senada dengan analis JP Morgan sebelumnya yang menyatakan ada peluang resesi global hingga 60 persen bila tarif tetap diberlakukan pada 5 April 2025.

JP Morgan mencatat bahwa tarif akan menaikkan pajak dari warga Amerika sebesar US$660 miliar per tahun, kenaikan pajak terbesar dalam sejarah.

Hal itu juga akan menyebabkan harga melonjak, serta menambah 2% pada Indeks Harga Konsumen -- ukuran inflasi AS yang dalam beberapa tahun terakhir sukar untuk dikembalikan ke nilai normal.

"Dampaknya pada inflasi akan sangat berpengaruh," kata para analis. "Kami melihat implementasi penuh dari kebijakan ini sebagai guncangan ekonomi makro yang substansial."

Berbagai peramal memproyeksikan harga konsumen, terutama untuk mobil, di Amerika Serikat akan naik lebih tinggi tahun ini.

Ekonom lainnya menilai The Fed tetap berada dalam situasi pelik antara pertumbuhan ekonomi yang stagnan dan meningkatnya pengangguran yang disertai dengan percepatan inflasi.

"The Fed berada dalam posisi sulit dengan inflasi yang akan meningkat dan ekonomi yang akan melambat," kata Kathy Bostjancic, kepala ekonom di Nationwide.

CNN melaporkan The Fed memangkas suku bunga tiga kali tahun lalu karena tanda-tanda bahwa inflasi melambat. Namun, kemajuan itu terhenti menjelang pergantian tahun.

Hal itu melemahkan alasan melakukan pemangkasan suku bunga lanjutan dan akhirnya membuat Fed tetap pada posisi yang sama pada Januari 2025. Fed terus mempertahankan biaya pinjaman tetap stabil bulan lalu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengumumkan kebijakan tarif baru untuk semua impor ke AS pada Rabu (2/4) waktu setempat atau Kamis (3/4) pagi waktu Indonesia, yaitu senilai 10 persen.

[Gambas:Video CNN]

Selain itu, AS juga memberlakukan tarif timbal balik yang nilainya berbeda tiap negara, dengan negara yang mendapatkan surplus perdagangan besar dari AS mendapatkan tarif timbal balik lebih tinggi.

Salah satunya adalah Indonesia yang dihantam tarif timbal balik 32 persen, selain tarif universal 10 persen.

Kebijakan ini membuat banyak pasar saham turun. Salah satunya adalah Australia yang anjlok pada pembukaan perdagangan Kamis (3/4). Dilaporkan CNN, ASX 200 anjlok 142 poin atau 1,79 persen, dipimpin oleh saham teknologi, bank, dan sektor properti.

(end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |