Venezuela Minta DK PBB Gelar Pertemuan Bahas Serangan AS

18 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Venezuela meminta Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-bangsa menggelar pertemuan membahas serangan Amerika Serikat (AS) ke negara mereka yang terjadi pada Sabtu (3/12) dini hari waktu setempat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Venezuela Yván Gil Pinto merespons sejumlah aksi militer AS yang terjadi di ibu kota negara itu, Caracas, pada Sabtu siang WIB.

"Tidak ada serangan pengecut yang akan berhasil melawan kekuatan rakyat [Venezuela] ini, yang akan keluar sebagai pemenang," demikian ujar Pinto via Telegram seperti dikutip dari CNN. Dia juga membagikan tangkapan layar atau arsip digital surat yang dikirim ke PBB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DK PBB adalah badan utama PBB yang bertugas menjaga perdamaian dan keamanan internasional dengan cara menginvestigasi konflik, merekomendasikan penyelesaian damai, menjatuhkan sanksi, bahkan mengizinkan penggunaan kekuatan militer. DK PBB terdiri atas 15 anggota, di mana lima anggota tetap memiliki hak veto dan ada 10 anggota tidak tetap.

Lima anggota tetap DK PBB yang memiliki hak veto itu adalah Inggris, Prancis, China, Rusia, dan Amerika Serikat (AS).

Hak veto adalah kekuasaan istimewa bagi lima anggota tetap DK PBB untuk memblokir resolusi yang dihasilkan meskipun mayoritas mendukung. Cukup satu suara 'tidak' dari salah satu anggota tetap DK PBB untuk menggagalkan resolusi yang dihasilkan.

Area urban kena dampak

Sementara itu Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan aksi-aksi militer yang dilakukan AS itu berdampak ke sejumlah area permukiman urban. Diketahui setidaknya ada tujuh titik yang dirudal atau ditembaki dari helikopter tempur AS. Salah satu target adalah fasilitas militer Fort Tiunadi Caracas.

Dikutip dari CNN pada Senin petang, Lopez mengaku pemerintah negara itu masih mengumpulkan jumlah korban--baik yang terluka maupun tewas.

Lopez menegaskan negara itu akan menolak kehadiran pasukan asing di negara tersebut.

"Invasi ini merupakan penghinaan terbesar yang pernah diderita negara ini," tambahnya.

Serangan AS itu pun mendapatkan kecaman keras dari negara-negara di kawasan Amerika lainnya seperti Kuba dan Kolombia. Kolombia, mengutip dari AFP, bahkan telah mengerahkan pasukan militer ke perbatasan dengan Venezuela.

Presiden Kolombia Gustavo Petro mengatakan telah memerintahkan pengerahan pasukan militer ke perbatasan Venezuela menyusul "serangan AS. Petro menggambarkan tindakan Washington sebagai "serangan terhadap kedaulatan" Amerika Latin dan mengatakan bahwa tindakan tersebut akan mengakibatkan krisis kemanusiaan.

Terpisah, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pasukan militernya telah berhasil menangkap Maduro bersama istri, Cilia Flores, dan dibawa keluar dari wilayah Venezuela.

Pengumuman penangkapan ini menandai puncak dramatis dari tekanan berbulan-bulan yang dilancarkan pemerintahan Trump untuk menggulingkan Maduro dari kursi pemerintahan di Venezuela.

Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa AS telah melakukan 'serangan skala besar terhadap Venezuela'. Ia menekankan operasi militer ini dilakukan 'bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS'.

"Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan sedang menerbangkannya keluar dari Venezuela," tulis Trump dalam unggahannya seperti dikutip dari CNN.

Sementara itu belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela. Mengutip dari Reuters, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Sabtu pagi di stasiun televisi negara itu mengaku tak tahu keberadaan Maduro dan Flores.

(kid)

Read Entire Article
| | | |