Warga Banjarbaru Kalsel Berbondong-bondong Ngungsi buntut Karhutla

4 hours ago 17

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga Kompleks Aeropolis 1, Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengungsi sementara buntut kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.

Seorang warga setempat, Saleh, mengatakan kondisi kabut asap pada Sabtu (22/8) lebih pekat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

"Lebih parah daripada kemarin," kata Saleh saat ditemui di sekitar lokasi kebakaran di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Sabtu, seperti dikutip Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saleh berujar keluarganya telah lebih dulu mengungsi ke kampung untuk menghindari dampak asap dan ancaman kebakaran. Sementara, ia memilih tinggal seorang diri untuk memantau kondisi sekaligus mengamankan rumah dari lalapan api.

"Beberapa warga lainnya masih bertahan di rumah masing-masing untuk berjaga-jaga, sedangkan kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan lanjut usia telah mengungsi hari ini karena kondisi asap dan kebakaran semakin mengkhawatirkan," ujarnya.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Syamsudin Noor Aiptu Helmi Apriana mengatakan titik api di lokasi tersebut sebenarnya sudah muncul selama beberapa hari. Namun, kondisi paling parah terjadi pada Sabtu karena angin bertiup kencang dan cuaca panas.

Helmi menuturkan kawasan perumahan tersebut mayoritas memiliki lahan gambut sehingga api sulit dijangkau karena berada cukup jauh di dalam tanah.

Kondisi ini mengakibatkan bara api bertahan di bawah permukaan lahan dan kembali muncul ketika cuaca panas serta angin kencang.

Helmi menambahkan kobaran api sempat mendekati bangunan permukiman warga, tepatnya di sekitar dinding rumah warga di blok belakang. Namun kondisi tersebut berhasil ditangani tim pemadam.

"Sudah di ujung itu, sudah di dinding rumah. Tapi tadi sudah ditangani dengan baik. Kanan kiri sudah dinding rumah semua ini, blok belakang ini," ujar Helmi.

Penanganan karhutla di lokasi ini melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, serta sejumlah barisan pemadam kebakaran dan relawan, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Peduli Bencana (MPB), juga perusahaan seperti Adaro, Arutmin, dan Hutan Rindang Banua.

Helmi berujar pemadaman di lokasi ini dilakukan melalui jalur darat dengan menyesuaikan kondisi cuaca.

Sementara itu, aparat terus berkoordinasi dengan warga karena titik api semakin mendekati kawasan perumahan. Tim pemadam kebakaran juga telah memberikan masker kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membantu warga menghadapi paparan asap akibat karhutla.

"Hingga saat ini belum ada permintaan langsung dari warga untuk dievakuasi, warga yang meninggalkan rumah memilih mengungsi secara mandiri. Keputusan untuk mengungsi dilakukan masing-masing keluarga sesuai kondisi di lapangan," ucap Helmi.

(blq/pta)

Read Entire Article
| | | |