CNN Indonesia
Minggu, 15 Feb 2026 02:38 WIB
Ilustrasi. Stimulasi dari luar dibarengi kelengkapan nutrisi sangat penting di masa periode emas anak. (Istockphoto/ SeventyFour)
Jakarta, CNN Indonesia --
Masa kanak-kanak awal sering disebut sebagai periode emas. Di fase inilah fondasi kesehatan, kecerdasan, dan karakter anak dibangun.
Namun, di balik keceriaan eksplorasi dan rasa ingin tahu yang meledak-ledak, ada satu hal mendasar yang kerap luput dari perhatian, yakni kesehatan saluran cerna.
Ray Wagiu Basrowi selaku Medical Affairs Director Danone Indonesia menjelaskan bahwa lebih dari 70 persen sel imun tubuh berada di saluran cerna. Artinya, sistem pencernaan bukan hanya bertugas mengolah makanan, tetapi juga menjadi benteng utama pertahanan tubuh anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa kanak-kanak awal merupakan periode yang sangat krusial dalam perkembangan anak, di mana kesehatan saluran cerna berperan besar dalam membangun imunitas yang kuat. Lebih dari 70 persen sel imun berada di saluran cerna, sehingga menjaga keseimbangan mikrobiota menjadi kunci dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak," jelas Ray dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Ketika keseimbangan mikrobiota terjaga dan kebutuhan nutrisi terpenuhi, anak memiliki fondasi fisik yang lebih kokoh. Mereka tidak hanya lebih jarang sakit, tetapi juga memiliki energi dan fokus yang lebih baik untuk belajar dan bereksplorasi.
Lagi pula menurut Ray, anak-anak belajar bukan hanya melalui buku. Mereka memahami dunia melalui sentuhan, pengamatan, percobaan, hingga pertanyaan-pertanyaan sederhana yang sering kali membuat orang tua kewalahan.
Maka dari itu, Ray menekankan, nutrisi bukan sekadar perlindungan dari penyakit tapi juga sebagai bekal tumbuh kembang anak, hingga kecerdasan di masa depan.
"Ketika fondasi nutrisi ini terpenuhi, anak memiliki kapasitas fisik dan mental yang lebih baik untuk bereksplorasi, menyerap stimulasi, dan terlibat dalam aktivitas belajar berbasis sains secara optimal mulai dari eksperimen interaktif, observasi lingkungan, hingga pemahaman konsep-konsep ilmiah yang lebih kompleks," ujarnya.
Dengan kata lain, tubuh yang sehat memungkinkan otak bekerja lebih optimal. Anak pun lebih siap menerima berbagai bentuk stimulasi yang ia temui setiap hari, baik di rumah maupun di sekolah.
Peran stimulasi berbasis sains
Praktisi Psikologi Anak Usia Dini,Aninda dalam kolaborasi Nutrilon Royal bersama PT Indomarco Prismatama (Indomaret) yang menghadirkan program Winner's Squad Adventure to Hong Kong mengatakan bahwa stimulasi berbasis sains memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak.
"Stimulasi berbasis sains melalui eksplorasi, eksperimen, dan permainan sensorik membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif, emosional, dan sosial yang seimbang," jelasnya.
Saat anak diajak mencampur warna, mengamati serangga, atau bereksperimen sederhana dengan air dan pasir, mereka sebenarnya sedang belajar memecahkan masalah, melatih konsentrasi, serta mengelola emosi ketika hasil percobaan tak sesuai harapan.
Kombinasi antara nutrisi seimbang dan stimulasi yang tepat inilah yang membentuk kesiapan belajar anak secara menyeluruh. Tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara emosional dan sosial.
"Melalui pengalaman interaktif, anak didorong untuk bereksplorasi, sementara orang tua mendapat pemahaman lebih dalam tentang pentingnya mendukung tumbuh kembang secara menyeluruh," kata Aninda.
(tis/tis)


















































