Israel Paksa Warga Palestina Dekat Yerusalem Hancurkan Rumah Sendiri

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang warga Palestina yang rumahnya berada di kampung Jabal al-Mukaber, tak jauh dari wilayah Yerusalem yang diduduki Israel, dipaksa rezim zionis untuk menghancurkan rumahnya sendiri, Jumat (13/2).

Mengutip dari kantor berita Palestina, WAFA, perintah itu datang dari pemerintah kota Israel tersebut dengan dalih warga Palestina itu membangun tanpa izin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemprov Yerusalem menyatakan rumah seluas  80 meter persegi itu milik Samir Aliyan Arar dan dihuni oleh tujuh orang, telah berdiri sejak 2018. Otoritas kota Israel sebelumnya telah mengeluarkan denda pelanggaran bangunan terhadapnya dengan total sekitar 100.000 shekel.

Sementara itu, Arar telah mengajukan rencana izin bangunan pada tahun 2014 atas permintaan pemerintah kota Israel dan menyewa pengacara dan insinyur untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

Namun, petugas kota mengeluarkan dua denda kepadanya pada tahun yang sama. Masing-masing berjumlah sekitar 80.000 shekel dan 17.500 shekel.

Ia menekankan bahwa ia masih membayar denda tersebut dan akan terus melakukannya hingga akhir tahun 2027.

Ia menambahkan bahwa petugas kotamadya menggerebek rumahnya pada tanggal 26 Januari 2026, dan memberinya waktu 21 hari untuk mematuhi perintah pembongkaran.

Ia mengatakan bahwa ia terpaksa membongkar rumahnya sendiri untuk menghindari biaya pembongkaran yang lebih tinggi jika pemerintah kota Israel yang melakukannya.

Sementara itu, mengutip dari Aljazeera, puluhan warga Palestina terluka akibat serangan bertubi-tubi yang dilakukan pemukim Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki, menghancurkan pohon zaitun, dan merusak properti.

Setidaknya 54 warga Palestina terluka pada Jumat pagi ketika para pemukim menyerang beberapa kota dan desa di bawah perlindungan militer Israel.

Para pemukim dilaporkan menyerang petani Palestina di lahan mereka dekat Talfit, sebuah desa di selatan Nablus di Tepi Barat utara, dan pasukan Israel menembakkan gas air mata dan peluru tajam kepada penduduk yang mencoba menangkis serangan pemukim.

Foto dan rekaman kondisi desa tersebut menunjukkan rumah-rumah dengan jendela pecah dan kendaraan dengan kaca depan hancur akibat serangan tersebut.

Di tempat lain di Tepi Barat, pemukim Israel juga menghancurkan sekitar 300 pohon zaitun Palestina di dekat kota Turmus Aya di daerah Ramallah, lapor kantor berita Wafa, mengutip sumber lokal.

Warga Palestina di seluruh Tepi Barat telah menghadapi peningkatan kekerasan militer dan pemukim Israel di tengah bayang-bayang perang genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Setidaknya 1.054 warga Palestina tewas di Tepi Barat oleh pasukan maupun emukim Israel antara 7 Oktober 2023 hingga 5 Februari ini. Demikian angka terbaru PBB, seperti dikutip dari Aljazeera.

Israel juga telah secara paksa mengusir puluhan ribu warga Palestina dari rumah mereka di seluruh Tepi Barat, menolak untuk mengizinkan mereka kembali, yang menurut Human Rights Watch merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

(kid)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |