Amran Beri Rp300 Juta ke Keluarga ASN Korban Penembakan KKB Papua

9 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerahkan bantuan senilai total Rp300 juta kepada keluarga tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas.

Bantuan tersebut mencakup beasiswa bagi anak korban serta dukungan untuk keluarga yang ditinggalkan.

"Hari ini kami sebagai menteri pertanian dan seluruh teman-teman, kita memberikan dukungan moril kepada anak-anak yang ditinggalkan. Insya Allah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita, satu orang Rp50 juta. Totalnya dengan keluarganya Rp300 juta. Hari ini kita serahkan, langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap," kata Amran dalam konferensi pers di Kementan Jakarta Selatan, Selasa (22/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amran mengatakan terdapat empat anak korban yang masih bersekolah dan masing-masing menerima beasiswa Rp50 juta. Bantuan tersebut diharapkan digunakan sebagai tabungan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

"Ini (beasiswa) disimpan nanti, tabungan untuk sekolah. Kami harapkan anak-anak yang ditinggalkan itu pendidikannya tinggi dan doakan orang tuanya yang telah gugur dalam tugas," ujarnya.

Selain bantuan pendidikan, Amran mengatakan terdapat tiga anak korban yang telah menyelesaikan pendidikan dan kini mendapat pekerjaan di Perum Bulog. Ia menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani atas penerimaan mereka sebagai pegawai.

[Gambas:Youtube]

"Ada tiga orang anak yang ditinggalkan yang sudah selesai, kita pekerjakan. Diterima kerja di Bulog. Terima kasih Pak Dirut. Yang masih sekolah kita beri beasiswa," kata Amran.

Dari total bantuan Rp300 juta tersebut, Rp50 juta diberikan kepada orang tua Willi Mbuik. Sementara bantuan lainnya diberikan kepada keluarga korban, termasuk suami Aprida Rapi, istri Alfonsius Albinus Mehan, serta adik dan kakak para korban.

Amran juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Willi Mbuik. Ketiganya merupakan petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas saat menjalankan tugas di Papua Pegunungan.

"Kami atas nama pemerintah dari Kementerian Pertanian mengucapkan belasungkawa, duka cita yang mendalam kepada almarhumah dan almarhum. Semoga beliau diterima di sisi-Nya. Beliau pahlawan-pahlawan pangan kita yang gugur pada saat mengantar pangan ke wilayah terjauh, terpinggir di daerah Provinsi Jayawijaya, Papua Pegunungan," imbuh Amran.

Tiga petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak kelompok bersenjata pada Rabu (9/9). Ketiganya yakni Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya Aprida Rapi, dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan, dan calon PNS Willi Mbuik.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan penembakan terjadi sekitar pukul 15.53 WIT di wilayah Muliama, Papua Pegunungan.

Saat itu, ketiga korban merupakan bagian dari rombongan 11 pegawai Dinas Pertanian yang tengah dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah.

Dalam insiden tersebut, Willi mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan dan meninggal setelah mendapat penanganan medis di RSUD Wamena. Sementara Aprida mengalami luka tembak di bagian perut dan Alfonsius mengalami luka tembak pada bagian kepala belakang serta tangan kiri. Keduanya meninggal di lokasi kejadian.

Satgas Operasi Damai Cartenz menyebut penembakan tersebut diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata dari wilayah Nduga. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas dan keterlibatan pelaku.

Sebelumnya, Amran meminta aparat memberikan jaminan keamanan bagi petugas yang menjalankan program pangan dan pertanian di Papua. Kementan dan Bapanas juga menyatakan program bantuan pangan dan ternak di Papua Pegunungan tetap berjalan meski terjadi insiden tersebut.

(del/ins)

Read Entire Article
| | | |