Bau Vagina Tak Selalu Sepele, Kenali Tanda yang Perlu Diwaspadai

11 hours ago 10

CNN Indonesia

Sabtu, 18 Apr 2026 21:30 WIB

Jika muncul bau menyengat disertai perubahan cairan dan nyeri, itu bisa menjadi sinyal masalah kesehatan. Lalu, bau seperti apa yang perlu diwaspadai? Ilustrasi. Jika muncul bau menyengat disertai perubahan cairan dan nyeri, itu bisa menjadi sinyal masalah kesehatan. Lalu, bau seperti apa yang perlu diwaspadai? (iStockphoto/Eziutka)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Bau pada area vagina kerap dianggap masalah sepele yang bisa diatasi dengan sabun pembersih atau produk pewangi.

Padahal, menutupi bau tanpa mengetahui penyebabnya justru bisa membuat masalah kesehatan terlewat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara medis, yang perlu diperhatikan bukan sekadar baunya, melainkan penyebab di balik perubahan tersebut. Bau ringan yang tidak menyengat masih bisa tergolong normal.

Namun, jika baunya kuat, baru muncul, menetap, atau disertai perubahan cairan dan nyeri, kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi.

Melansir dari National Health Service (NHS), aroma dan cairan vagina yang normal umumnya tidak berbau menyengat.

Jika bau, warna, atau teksturnya berubah, itu bisa menjadi sinyal masalah kesehatan. Lalu, bau seperti apa yang perlu diwaspadai?

Bau vagina yang perlu diwaspadai

Berikut ciri aroma vagina yang perlu diwaspadai.

1. Bau amis

Salah satu jenis bau yang paling sering dilaporkan adalah bau amis seperti ikan. Kondisi ini biasanya berkaitan denganbacterial vaginosis(BV), terutama jika disertai cairan tipis berwarna abu-abu atau putih.

BV bukan sekadar gangguan ringan. Sejumlah studi terbaru, termasuk ulasan di NatureReviews Disease Primers, menunjukkan bahwa BV berkaitan dengan berbagai risiko kesehatan, sepertikelahiran prematur, keguguran, dan peningkatan risiko HIV dan infeksi menular seksual (IMS).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa BV dapat meningkatkan risiko penularan dan perolehan IMS.Masalahnya, BV juga cenderung mudah kambuh, sekitar 50-80 persen perempuan bisa mengalami kambuh dalam setahun setelah pengobatan.


2. Bau menyengat disertai cairan hijau/kuning

Jika bau disertai cairan berwarna hijau, kuning, atau berbusa, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah trikomoniasis. Infeksi ini termasuk salah satu IMS non-virus paling umum di dunia, trikomoniasis dapat menyebabkan:

• komplikasi kehamilan seperti bayi lahir dengan berat rendah,
• infertilitas,
• serta meningkatkan risiko penularan HIV.

Kondisi ini bukan sekadar keputihan biasa, tetapi perlu pemeriksaan dan pengobatan, termasuk pada pasangan seksual.


3. Bau dan nyeri panggul atau perdarahan

Bau vagina yang disertai gejala lain seperti:

• nyeri panggul,
• nyeri saat berhubungan,
• perdarahan di luar haid,
• demam atau menggigil,

Perlu diwaspadai sebagai tanda pelvic inflammatory disease (PID) atau infeksi pada organ reproduksi bagian atas.

Jika tidak ditangani, PID bisa menyebabkan nyeri panggul kronis, gangguan kesuburan, hingga kehamilan ektopik, ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel dan tumbuh di luar dinding rahim.

Infeksi seperti servisitis (radang leher rahim) juga bisa berkembang menjadi kondisi ini jika tidak segera diobati.


4. Bau sangat busuk dan menetap

Dalam beberapa kasus, bau yang sangat menyengat dan tidak hilang bisa disebabkan oleh benda asing yang tertinggal di dalam vagina, seperti tampon.

Meski jarang, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Karena itu, bau yang tidak membaik setelah beberapa waktu sebaiknya tidak diobati sendiri, melainkan diperiksa langsung.


5. Tidak semua bau berarti infeksi jamur

Banyak orang mengira semua masalah vagina disebabkan jamur. Padahal, infeksi jamur biasanya lebih identik denganrasa gatal, iritasi,cairan putih kental seperti keju,dan umumnya tidak berbau menyengat.

Jika gejala utama adalah bau, penyebabnya kemungkinan bukan jamur.

Reaksi umum saat mencium bau tidak sedap adalah membersihkan area tersebut lebih sering, bahkan menggunakan produk pewangi. Padahal, ini justru bisa memperburuk kondisi.

NHS menyarankan untuk tidak melakukan douching (mencuci bagian dalam vagina) serta menghindari sabun atau produk berpewangi di area intim.


Kapan harus ke dokter?

Bau vagina perlu diperiksa jika:

• baunya kuat, amis, atau busuk dan menetap,
• cairan berubah warna atau tekstur,
• disertai nyeri, demam, atau perdarahan,
• terjadi saat kehamilan,
• atau diduga ada benda asing yang tertinggal.

Bau vagina bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi bisa menjadi sinyal penting dari kondisi kesehatan tubuh.

Alih-alih menutupinya dengan produk tertentu, memahami penyebabnya justru menjadi langkah pertama yang lebih aman dan efektif.

(anm/fef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |