CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 06:45 WIB
Ilustrasi. Bayi tidur tersenyum. (istockphoto/Vera Livchak)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bayi yang sedang tidur tiba-tiba tersenyum memang bisa menjadi pemandangan yang menggemaskan. Tak heran jika banyak orang menganggap si kecil sedang bermimpi indah.
Namun, senyum yang muncul saat bayi tidur ternyata memiliki penjelasan yang lebih berkaitan dengan perkembangan sistem saraf dan pola tidur pada masa awal kehidupan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine secara khusus mengamati fenomena tersebut. Peneliti menggunakan rekaman video dan polysomnography (PSG) untuk memantau 12 bayi baru lahir sehat selama tiga jam tidur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, tercatat 377 senyum. Sebanyak 98,4 persen di antaranya muncul ketika bayi berada dalam fase active sleep. Senyum juga ditemukan memiliki kaitan yang signifikan dengan gerakan mata cepat atau rapid eye movements (REM).
Pada fase active sleep, bayi memang dapat menunjukkan berbagai aktivitas dan gerakan meski sedang tertidur. Misalnya, gerakan mata, kedutan pada wajah dan anggota tubuh, gerakan mengisap, meringis, hingga tersenyum.
Artinya, senyum yang muncul ketika bayi tidur tidak selalu dipicu oleh sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Ekspresi tersebut dapat muncul secara spontan seiring aktivitas sistem saraf bayi.
Bukan berarti bayi sedang bahagia
Senyum pada bayi juga perlu dibedakan berdasarkan tahap perkembangannya. Ada senyum spontan (spontaneous smile) yang dapat muncul ketika bayi tidur dan ada pula social smile, yakni senyum yang muncul sebagai respons terhadap interaksi dengan orang lain.
Pada bayi baru lahir, senyum yang muncul saat tidur lebih banyak dikategorikan sebagai senyum spontan. Senyum ini tidak harus dipicu oleh pengalaman sosial atau interaksi dengan orang lain.
Seiring perkembangan bayi, senyum spontan tersebut mulai berkurang pada usia sekitar 2-3 bulan. Pada periode ini, social smile mulai lebih dominan ketika bayi merespons wajah, suara, atau interaksi dengan orang di sekitarnya.
Dengan kata lain, bayi yang tersenyum ketika tidur belum tentu sedang merasakan kebahagiaan seperti yang dipahami orang dewasa. Senyum tersebut dapat menjadi bagian dari aktivitas saraf yang berlangsung selama tidur.
Apakah bayi sedang bermimpi?
Pertanyaan lain yang kerap muncul adalah apakah bayi yang tersenyum saat tidur sebenarnya sedang bermimpi. Bayi baru lahir memiliki fase active sleep, yaitu tahap tidur ketika aktivitas otak dan tubuh masih cukup tinggi meski bayi sedang terlelap.
Fase ini memiliki sejumlah karakteristik yang mirip dengan tidur REM pada orang dewasa, salah satunya gerakan mata yang cepat. Pada orang dewasa, tidur REM kerap dikaitkan dengan munculnya mimpi. Namun, kesamaan aktivitas tidur tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa bayi yang tersenyum sedang bermimpi, terlebih bermimpi tentang sesuatu yang menyenangkan.
Pengalaman subjektif bayi ketika tidur juga belum dapat diketahui secara pasti. Karena itu, anggapan bahwa senyum bayi merupakan respons terhadap mimpi lucu atau menyenangkan belum dapat dipastikan secara ilmiah.
Penelitian justru menunjukkan bahwa aktivitas jaringan saraf, termasuk bagian korteks otak, turut berperan dalam munculnya senyum spontan selama tidur.
Jadi, ketika melihat bayi tiba-tiba tersenyum saat sedang pulas, belum tentu ia sedang bermimpi indah. Bisa jadi, otaknya sedang aktif dan tubuhnya menunjukkan salah satu ekspresi spontan yang menjadi bagian dari perkembangan sistem saraf pada masa awal kehidupannya.
(tis/tis)


















































