Jakarta, CNN Indonesia --
Praktisi MMA, Fransino Tirta, mengungkap alasan di balik kemenangan KO gemilang Bilal Hasan atas Nilson Rojas dalam debut di UFC Shanghai, Sabtu (29/8).
Menurut Fransino Tirta, kunci utama kemenangan tersebut bukan soal kekuatan pukulan semata, melainkan kecerdasan bertarung sang petarung asal Indonesia.
Bilal berhasil menjatuhkan Rojas lewat pukulan tangan kanan telak di ronde kedua. Sebelum itu, Bilal lebih dulu melancarkan gerakan tipuan atau feint untuk memancing reaksi lawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO One Pride MMA itu menjelaskan, seorang petarung dengan IQ (Intelligence Quotient) bertarung rendah biasanya melempar pukulan secara asal tanpa mengukur reaksi lawan. Bilal disebut melakukan hal sebaliknya lewat perhitungan matang sebelum melancarkan serangan penentu.
"Dengan dia melakukan feint ini, pastinya si lawan akan bereaksi. Pada saat lawan bereaksi itulah pukulan sesungguhnya itu dilancarkan. Oh, ini orang emang IQ-nya hebat sekali karena dia bisa menipu lawan, melihat reaksi lawan, dan memprediksi gerakan lawan ke mana berikutnya dan disarangkan pukulan yang telak menjatuhkan," ujar Fransino saat dihubungi CNN Indonesia.com, Senin (31/8).
"Sebenarnya pukulannya itu kalau dibilang kencang banget, nggak. Tapi tepat. Tepat sekali. Dalam hal ini Bilal menunjukkan kalau IQ bertarung dia sangat-sangat tinggi. Itu bisa dibilang sangat cantik sekali setup untuk right hand-nya tadi itu," sambungnya.
Selain soal taktik, sosok yang akrab disapa Pitbull tersebut turut menyoroti momen saat Bilal sempat terjatuh akibat tendangan Rojas, sebelum akhirnya bangkit dan tampil lebih agresif. Ia menilai momen tersebut memperlihatkan dua sisi sekaligus dari diri Bilal.
Fransino menyebut, petarung yang terlalu mendominasi tanpa pernah terkena pukulan justru sulit diukur sisi mentalnya. Sebaliknya, momen terjatuh dan bangkit kembali menjadi bukti nyata ketangguhan seorang petarung.
"Dia [Bilal] kena tendang, dia jatuh, tapi dia langsung bangkit lagi. Dia nggak gentar, malah makin galak. Dan terlihat juga dia bisa recovery dengan baik. Jadi secara fisik bagus sekali," kata eks petarung TPI Fighting Championship dan One Fighting Championship itu.
Meski begitu, momen terkena pukulan dan takedown tersebut tetap menjadi catatan evaluasi bagi tim pelatih Bilal ke depan. Fransino menegaskan tak ada ruang untuk lengah sedikit pun di level setinggi UFC.
"Di game yang high level seperti UFC, nggak ada celah sedikit pun untuk lengah. Dalam hal ini dia kena pukul, dia kena takedown, itu pasti akan menjadi catatan buat pelatihnya. Tentunya ini akan menjadi catatan dan dia pastinya harus belajar dan berbenah diri untuk menuju level yang lebih tinggi lagi," tuturnya.
Kemenangan ini membuat rekor "The IndoNinja", julukan Bilal Hasan, menjadi 10 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk satu no contest.
Sebelum berlaga di UFC, petarung kelahiran Hawaii tersebut mengantongi rekor sembilan kemenangan tanpa kalah. Bilal juga sukses merebut gelar juara flyweight Cage Fury Fighting Championship (CFFC) pada 2024 silam.
(afr/abs)


















































