Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dikabarkan bertemu Co-Founder sekaligus CEO Roblox David Baszucki untuk membahas seputar kewajiban platform dalam memenuhi regulasi di Indonesia. Meutya meminta Roblox untuk mematuhi PP Tunas.
Pertemuan ini berlangsung di kantor pusat Roblox di Silicon Valley, Amerika Serikat pada Selasa (22/9). Dalam pertemuan tersebut, Meutya menegaskan PP Tunas harus diterjemahkan dalam langkah konkret pada platform.
"Kami memahami bahwa banyak anak-anak Indonesia menggemari Roblox. Karena itu, besar harapan kami bahwa Roblox juga menyayangi anak-anak kami, terutama dengan memastikan keamanan mereka," ujar Meutya dalam keterangannya, Selasa (22/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roblox telah menerapkan sejumlah langkah untuk mematuhi PP Tunas di Indonesia seperti menggunakan fitur teknologi face age estimation, pembatasan fitur komunikasi bagi pengguna anak, serta peluncuran Roblox Kids dan Roblox Select.
Meski demikian, Meutya menilai langkah ini masih perlu diperkuat, khususnya dalam memastikan verifikasi usia yang lebih akurat, dan mekanisme pelindungan yang lebih ketat bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.
Meutya turut menekankan pentingnya penerapan prinsip safety-by-desig,n yaitu memastikan aspek keamanan dan perlidungan anak dibangun sejak tahap perancangan produk dan fitur. Melalui pendekatan ini, upaya perlindungan tidak hanya dilakukan setelah terjadi pelanggaran atau munculnya risiko, namun menjadi bagian dari sistem dan pengalaman pengguna sejak awal.
Lebih lanjut, Meutya turut meminta Roblox untuk memperkuat pembatasan interaksi antara anak dan orang tua yang tidak dikenal, mencegah perpindahan komunikasi ke luar platform, serta menghentikan perilaku berisiko sejak dini.
Menurut Meutya, langkah ini dinilai penting mengingat tingginya penggunaan Roblox di kalangan anak-anak Indonesia.
Merespons permintaan Komdigi, David menjelaskan bahwa pihaknya terbuka untuk menyesuaikan produk dengan regulasi serta kebutuhan negara tempat platform beroperasi. Ia menyadari tanggung jawab yang besar terhadap pengguna, kususnya anak-anak muda.
Ia mengatakan, sejumlah perubahan yang diminta oleh Meutya dapat menjadi bagian dari arah pengembangan produk Roblox ke depan. Menurutnya, langkah ini berpotensi untuk diterapkan di negara lain yang memiliki kebutuhan serupa.
"Kami terus berupaya menyesuaikan produk kami agar sesuai dengan regulasi di Indonesia," kata David.
Tak hanya aspek produk dan fitur, Meutya turut mendorong Roblox untuk memperkuat kehadiran langsung di Indonesia. Langkah ini dapat diwujudkan melalui penempatan perwakilan senior atau pembukaan kantor di Jakarta.
Menurut Meutya, kehadiran plaform di Indonesia dapat mempercepat komunikasi, koordinasi serta interaksi antara Roblox dengan pemerintah Indonesia. Khususnya, dalam pelaksanaan kebijakan perlindungan anak.
Permintaan ini merupakan kelanjutan dari upaya Roblox yang sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan tengah mengevaluasi penempatan senior leader di Indonesia.
Selanjutnya, Komdigi meminta supaya implementasi PP Tunas dapat dipantau melalui pelaporan yang rutin, terukur dan transparan.
Menurut Meutya, komitmen terhadap perlindungan anak perlu terlihat dalam perubahan dan hasil nyata dalam platform, bukan hanya melalui pengumuman kebijakan. Pemerintah akan memastikan setiap platform yang beroperasi di Indonesia memenuhi ketentuan yang berlaku.
"Platform global boleh beroperasi di mana saja. Namun, ketika hadir dan melayani masyarakat Indonesia, standar dan aturan Indonesia harus dipenuhi. Aturan Indonesia berlaku bagi semua platform yang beroperasi di Indonesia, tanpa terkecuali," tutup Meutya.
(nad/dmi)


















































