Jakarta, CNN Indonesia --
Chelsea punya tren buruk dalam kurun satu bulan belakangan lantaran selalu kalah ketika menghadapi klub-klub yang satu level.
Setelah kemenangan 4-1 atas Aston Villa pada awal Maret, The Blues mengalami periode sulit. Anak asuh Liam Rosenior itu menang melalui perpanjangan waktu atas Wrexham dalam ajang Piala FA.
Selepas menang susah payah atas penghuni divisi Championship itu, Chelsesa kemudian keok dalam empat laga beruntun ketika menghadapi kesebelasan yang berada satu level.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua kekalahan dari Paris Saint-Germain pada babak 16 besar Liga Champions, kemudian takluk dari Newcastle United dan Everton dalam lanjutan Premier League.
Chelsea sempat bangkit dan membukukan kemenangan 7-0 atas Port Vale di pentas Piala FA, namun skor telak itu tampak semu karena lawannya ada dua level di bawah Cole Palmer dan kawan-kawan alias bermain di League One.
Chelsea pun kembali tak berdaya ketika bertemu Manchester City pada pekan lalu. Kekalahan 0-3 di Stamford Bridge jadi fakta yang menohok klub beserta suporter.
Kini MU datang sebagai lawan pada pekan ke-33 Premier League dan bisa saja kembali memberi luka untuk Chelsea yang kerepotan ketika menghadapi lawan selevel.
Kendati demikian, MU juga sebetulnya tidak benar-benar dalam kondisi sempurna karena gagal meraih kemenangan dalam dua laga beruntun. Setelah seri melawan Bournemouth, skuad Setan Merah kalah dari Leeds United.
MU dan Chelsea sama-sama sedang berupaya mengamankan tempat di zona Liga Champions. MU kini menempati peringkat ketiga dengan 55 poin, sedangakan Chelsea ada di posisi keenam dengan 48 poin.
MU masih rawan disalip Aston Villa dan Liverpool, sedangkan Chelsea bisa saja dilewati Brentford, Everton, Brighton, atau Sunderland jika kalah pada laga yang berlangsung Minggu (19/4) dini hari.
(nva/nva)
Add
as a preferred source on Google


















































