Jakarta, CNN Indonesia --
Langit Malaysia masih diselimuti kabut asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia.
Departemen Lingkungan Hidup (Department of Environment/DoE) mencatat 17 stasiun pengamatan di seluruh Negeri Jiran berada di kategori "tidak sehat" pada Rabu (26/8) pukul 08.45 pagi waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sarawak dan Lembah Klang lagi-lagi mencatat tingkat polusi paling parah berdasarkan indeks DoE.
Sri Aman di Sarawak mencatat indeks polusi udara (Air Pollutant Index/API) tertinggi secara nasional dengan angka 167, disusul Serian di angka 166 dan Samarahan di 162.
Di Nilai, Negeri Sembilan, skor API terekam di level 162, sedangkan Cheras di Kuala Lumpur dan Putrajaya sama-sama mencatat angka 159.
Shah Alam di Selangor sementara itu menjadi wilayah dengan polusi paling tinggi yakni di angka 158. Angka ini setara dengan di Johan Setia dan Seremban, Negeri Sembilan.
Batu Muda di Kuala Lumpur mencatat polusi di angka 152, diikuti Klang di 151, Banting di 144, dan Petaling Jaya di 123.
Di seluruh semenanjung yang lebih luas, kualitas udara buruk meluas melampaui titik-titik rawan tradisional. Tangkak di Johor mencatat API sebesar 153, Bukit Rambai di Melaka berada di angka 143, Alor Gajah tercatat 128, dan Taiping di Perak mencapai 108.
Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia telah mewanti-wanti bahwa kabut asap akan terus mengepung Negeri Jiran imbas berbagai faktor, mulai dari musim kering berkepanjangan terkait El Nino, curah hujan rendah, hingga pembakaran terbuka baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Di Sarawak, otoritas lingkungan telah mengidentifikasi bahwa kabut asap RI serta kebakaran lahan gambut dan hutan lokal merupakan pendorong utama memburuknya kualitas udara Malaysia, dengan beberapa stasiun mendekati ambang batas "Sangat Tidak Sehat" yaitu 201 dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan standar lingkungan nasional, nilai API antara 101 dan 200 secara resmi diklasifikasikan sebagai "Tidak Sehat", sedangkan 201 hingga 300 "Sangat Tidak Sehat" dan nilai di atas 300 dikategorikan sebagai berbahaya.
Dilansir dari Malay Mail, otoritas kesehatan Malaysia telah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan.
Kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan individu dengan kondisi pernapasan atau kardiovaskular juga diminta mengambil tindakan pencegahan tambahan dan mengenakan masker pelindung saat berada di luar ruangan.
(blq/bac)


















































