Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mendesak negara-negara Muslim, khususnya di kawasan Teluk, bersatu melawan apa yang ia sebut "musuh sebenarnya" mereka. Ia mengatakan perpecahan di antara umat Muslim menguntungkan kepentingan musuh mereka.
Pesan itu dipublikasikan di akun Telegram Khamenei untuk memperingati Pekan Persatuan Islam, yang menandai hari kelahiran Nabi Muhammad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan itu menyerukan persatuan umat Muslim, kerja sama di berbagai bidang, dan pertahanan bersama. Siapa pun yang menciptakan perpecahan di antara umat Muslim, "sengaja atau tidak sengaja," disebut membantu musuh-musuh Islam.
Pesan itu juga mempertanyakan apakah rakyat Palestina akan dibiarkan "seterlantar ini" seandainya umat Muslim bersatu.
Khamenei belum pernah terlihat di depan publik sejak terluka dalam serangan udara AS-Israel enam bulan lalu yang memicu perang Iran. Serangan itu turut menewaskan ayahnya sekaligus pemimpin tertinggi sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei.
Seruan persatuan ini menggemakan pernyataannya kepada rakyat Iran pada Jumat, ketika ia mengatakan telah melarang tindakan yang merusak kohesi sosial. Ia juga mendesak otoritas menghindari "pernyataan yang mematahkan semangat" yang melemahkan moral nasional dan publik.
Khamenei secara khusus bertanya kepada para penguasa Arab Teluk, apakah "penjahat tanpa identitas" akan berani mengincar tanah dan kekayaan mereka seandainya rakyat dan pemerintah Teluk "bersatu di bawah bendera Islam."
Sejak Revolusi Islam 1979, monarki-monarki Arab di kawasan Teluk memandang ideologi revolusioner Iran, termasuk retorika antimonarkinya dan pengaruh regionalnya, sebagai ancaman terhadap sistem politik mereka.
Selama konflik saat ini berlangsung, Teheran telah menyerang fasilitas militer AS serta infrastruktur lain di negara-negara Teluk, yang menegaskan ketegangan antara Teheran dan negara-negara tetangganya di Teluk.
"Rekomendasi tegas dan berulang saya kepada para penguasa negara-negara Islam, khususnya negara-negara Asia Barat dan Teluk, adalah mengenali musuh sesungguhnya kalian, memahami rencananya, dan menghadapinya," kata Khamenei, dikutip Reuters, Minggu (30/8).
(fea/fea)


















































