Mahasiswi Tewas di Area Kampus Teknik Unhas, Sempat Kirim Pesan Suara

2 hours ago 4

Makassar, CNN Indonesia --

Seorang mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) ditemukan tewas di gedung area kampus yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Polisi pun masih menyelidiki penyebab kematian korban.

"Iya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tidak lompat," kata Kanit Tipidum Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/5).

Korban ditemukan di area kampus Teknik Unhas, pada Senin (18/5) sekitar pukul 19.30 WITA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas yang mendapatkan informasi tersebut langsung ke lokasi dengan berkoordinasi dengan Tim Dokpol Polda Sulsel bersama Tim INAFIS Polres Gowa untuk mengindentifikasi jenazah korban.

"Korban ditemukan pertama kali oleh dua rekannya, kemudian dilaporkan ke pihak kampus dan pihak kepolisian," ungkapnya.

Alfian menerangkan, hasil sementara pemeriksaan jenazah korban diketahui inisial PJT (19) tidak ada ditemukan tanda-tanda patah maupun kekerasan pada tubuh korban.

"Melihat kondisi jenazah tidak ada yang patah, tidak ada luka serius," jelasnya.

Meski demikian, Alfian mengaku belum mengetahui pasti penyebab korban meninggal dunia. Sebab, pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah korban.

"(Ada penyakit) Kita belum tahu ya. Tidak jadi diautopsi, karena bapaknya tidak mau anaknya diautopsi," katanya.

Pihak kampus Unhas hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Sempat kirim pesan suara ke orang tua

Universitas Hasanuddin (Unhas) angkat bicara terkait kematian mahasiswi Fakultas Teknik, inisial PJT (19) yang ditemukan tak bernyawa di area kampus.

"Iya, semalam korban ditemukan oleh rekannya, kemudian dilaporkan ke pihak keamanan kampus," kata Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman dalam keterangannya.

Korban ditemukan pada Senin (18/5) sekitar pukul 19.30 WITA, kemudian pihak keamanan kampus langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

"Sebelum kejadian tersebut, korban sempat mengirim pesan suara kepada temannya lainnya. Kemudian pesan suara itu diteruskan ke orang tuannya," ungkapnya.

Setelah pihak keluarga mendapatkan pesan suara dari korban, kata Ishaq, orang tua korban langsung mencari keberadaan korban di sekitar kampus. Tapi, tidak ditemukan.

"Ketika orang tuanya dan teman korban yang lain ini ke pos sekuriti untuk minta kunci ke gedung (mau mencari ke dalam), sekuriti mengabarkan bahwa ada korban tadi ditemukan. Jadi orang tua dan teman korban ke rumah sakit dan menemukan korban memang sudah meninggal," jelasnya.

Meski demikian, kata Ishaq pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kematian korban.

"Mengenai penyebab kematian, saat ini sedang dalam penelusuran," katanya.

(isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |