Jakarta, CNN Indonesia --
Brasil berhasil mempertahankan gelar juara Piala Dunia 1962 di Chile tanpa kontribusi penuh Pele. Akan tetapi, penampilan menonjol dari Garrincha dan Vava menjadikan keduanya tokoh utama di gelaran empat tahunan tersebut.
Piala Dunia 1962 digelar di Amerika Latin setelah 12 tahun absen dari benua tersebut. Chile terpilih sebagai tuan rumah meski sempat dilanda bencana dahsyat.
Pada 1960, gempa bumi dahsyat disertai tsunami mengguncang Chile dan menewaskan ribuan orang. Namun bencana itu justru memperkuat argumen Chile untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden federasi sepak bola Chile, Carlos Dittborn, menyampaikan ambisi kepada FIFA untuk menjadikan negaranya sebagai tuan rumah Piala Dunia 1962.
Namun demikian, Dittborn tak dapat menyaksikan turnamen akbar itu karena dirinya meninggal dunia, satu bulan sebelum Piala Dunia dimulai.
"Kami tidak punya apa-apa. Itulah mengapa kami harus menyelenggarakan Piala Dunia," kata Dittborn dikutip dari laman resmi FIFA.
FIFA mengabulkan permohonan Chile dan negara itu segera berbenah. Pembangunan stadion-stadion baru, termasuk Estadio Nacional yang megah di Santiago, menjadi penanda kebangkitan Chile.
Piala Dunia 1962 dimulai. Brasil tampil sebagai favorit dengan hampir skuad yang sama seperti empat tahun sebelumnya. Pele yang saat itu berusia 21 tahun, telah berkembang lebih matang, menjelma sebagai penyerang lengkap dan sempat bersinar dalam kemenangan 2-0 atas Meksiko di laga pembuka.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Add
as a preferred source on Google

















































