Prabowo Sebut MBG Dilirik White House dan Peneliti Rockefeller

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia menarik perhatian internasional, termasuk Gedung Putih (White House) Amerika Serikat (AS) dan peneliti Rockefeller Institute.

Prabowo menyebut sejumlah pihak di pemerintahan AS ingin mempelajari langsung pelaksanaan MBG yang kini telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat.

"Saya baru satu hari yang lalu para ahli pakar dari White House sedang mempelajari MBG kita ini, sedang mempelajari MBG kita," kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan ketertarikan itu juga datang langsung dari pejabat kesehatan tertinggi di AS. Prabowo menyebut keinginan tersebut telah disampaikan secara langsung dan terekam.

"Jadi Menteri Kesehatan, you boleh cek kan ini direkam, Secretary of Health dari Amerika Serikat saya dapat berita ingin jumpa dengan saya, ingin bertanya tentang MBG," katanya.

Prabowo menyampaikan berdasarkan laporan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai 60 juta orang dalam waktu sekitar satu tahun lebih. Ia menilai capaian tersebut melampaui banyak prediksi yang sebelumnya meragukan keberhasilan program.

"Tadi malam saya cek Kepala BGN, kita sudah mencapai 60 juta penerima manfaat, 60 juta dalam satu tahun, satu tahun empat-lima bulan, 60 juta (penerima manfaat). Tidak ada yang menduga kita mampu," ujarnya.

Ia juga menyinggung kritik yang menyebut program MBG berisiko gagal atau memicu kasus keracunan massal. Menurut Prabowo, secara statistik tingkat insiden tersebut sangat kecil dibandingkan jumlah makanan yang telah dibagikan.

"Kalau kita jumlahkan berapa ribu yang keracunan dibandingkan berapa miliar makanan yang sudah kita bagi, statistiknya adalah 0,0087 (persen), artinya apa? 99,99 (persen) usaha MBG harus dinyatakan berhasil," ucapnya.

Prabowo menambahkan ketertarikan internasional terhadap MBG bukan hanya datang dari pemerintah AS. Ia mengaku beberapa bulan lalu menerima kunjungan perwakilan Rockefeller Institute yang menilai program MBG sebagai investasi jangka panjang yang efektif bagi suatu negara.

"Saya terima rombongan dari Rockefeller Institute datang ke saya dan dia mengatakan Makan Bergizi Gratis itu adalah investasi yang terbaik yang bisa dilakukan oleh suatu negara," katanya.

Menurut Prabowo, manfaat ekonomi dari investasi di bidang gizi bersifat berlipat ganda dalam jangka panjang. Ia menyebut setiap dana yang dikeluarkan untuk makan bergizi akan memberikan dampak pengganda yang signifikan bagi pembangunan sumber daya manusia.

Prabowo menegaskan cakupan MBG akan terus diperluas. Targetnya, jumlah penerima manfaat meningkat signifikan dalam dua tahun ke depan.

"MBG kita ini sudah sampai 60 juta hari ini, kita akan mencapai 82 juta paling lambat Desember 2026, paling lambat," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)

Read Entire Article
| | | |