Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Israel dipaksa menerima gencatan senjata di Lebanon.
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Jumat (17/4), Pezeshkian menuturkan Israel "dipaksa mengumumkan gencatan senjata" melalui apa yang ia sebut sebagai buah hasil diplomasi yang kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Israel tidak memiliki hak untuk menyerang Hizbullah dan front-front lain di Lebanon," kata Pezeshkian seperti dikutip Al Jazeera.
Ia juga berterima kasih kepada Pakistan, mediator negosiasi AS-Iran, atas apa yang disebutnya sebagai upaya sungguh-sungguh dalam membantu jalur diplomasi sambil tetap menjaga "martabat dan kebanggaan Iran".
Dalam pidatonya itu, Pezeshkian juga menegaskan Iran "tidak pernah berupaya memiliki senjata nuklir" dan tidak menginginkan kekacauan maupun terorisme di kawasan.
Ia menuturkan Teheran sedang mengupayakan perdamaian sambil mempertahankan integritas wilayahnya "dengan bermartabat" dan dalam kerangka hukum.
Pezeshkian mengatakan Iran akan tetap teguh pada prinsip serta posisinya, dan hal itu "harus dipahami oleh pihak lain".
Ia juga menuduh Amerika Serikat dan Israel telah mendorong Iran serta kawasan yang lebih luas ke dalam kekacauan dan perang melalui pembunuhan para komandan militer, politisi, ilmuwan, dan mahasiswa.
Israel akhirnya sepakat untuk menerapkan gencatan senjata ke Lebanon setelah berhari-hari melancarkan serangan udara ke negara tetangganya itu.
Serangan Israel ke Lebanon menargetkan milisi Hizbullah, sekutu Iran, yang menguasai selatan negara itu.
Sebelumnya, Iran bersikukuh wilayah Lebanon masuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang akhirnya disetujui AS selama dua pekan sejak 8 April. Namun, Israel terus menggempur Lebanon dengan menentang keputusan gencatan senjata AS-Iran.
Gencatan Israel di Lebanon akhirnya diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia mengatakan Israel dan Lebanon telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari mulai Kamis (16/4).
Gencatan senjata Israel dan Lebanon berlaku mulai pukul 17.00 waktu setempat. Kesepakatan ini dicapai usai pertemuan antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
"Kedua pemimpin ini telah sepakat, bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00," tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip Al Jazeera.
(rds)
Add
as a preferred source on Google


















































