Studi Baru: Paparan Mikroplastik Berpotensi Perparah Kondisi Liver

4 hours ago 3

CNN Indonesia

Jumat, 12 Jun 2026 21:00 WIB

Penelitian terbaru memaparkan seberapa bahayanya mikroplastik bagi kesehatan liver. Ilustrasi. Penelitian terbaru memaparkan seberapa bahayanya mikroplastik bagi kesehatan liver. (iStockphoto/Milena Shehovtsova)

Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam beberapa tahun terakhir, mikroplastik mulai jadi sumber keresahan karena dampaknya yang luas. Tak hanya jadi polusi di laut dan ekosistem lainnya, sejumlah ilmuwan bahkan menemukan mikroplastik bisa sebabkan penyakit liver yang lebih parah.

Sebagai informasi, mikroplastik adalah setiap fragmen plastik yang berukuran antara 1 nanometer hingga 5 milimeter, seperti dikutip dari laman UN Environment Programme.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah studi tinjauan terbaru menemukan adanya akumulasi mikroplastik di liver manusia. Penelitian ini menimbulkan pertanyaan penting: seberapa besar risiko mikroplastik terhadap kesehatan liver secara khusus?

Mikroplastik berpotensi merusak liver

Studi yang dipublikasikan pada April lalu di Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology ini, dipimpin oleh tim ilmuwan dari Centre of Environmental Hepatology di University of Plymouth.

Shilpa Chokshi dkk. menemukan bukti kuat paparan mikroplastik dan nanoplastik dapat menyebabkan stres oksidatif, peradangan, dan fibrogenesis pada hewan. Efek ini sangat mirip dengan karakteristik penyakit liver tingkat lanjut pada manusia.

"Sudah ada bukti kuat bahwa plastik dapat menumpuk dan menyebabkan kerusakan pada hati hewan, sehingga menimbulkan pertanyaan penting: mengapa manusia harus berbeda?" kata Chokshi, penulis utama penelitian ini sekaligus profesor hepatologi eksperimental, dilansir SciTechDaily.

Chokshi menambahkan, kasus penyakit liver pun meningkat secara global. Penyakit ini bertanggung jawab atas 1 dari 25 kematian di seluruh dunia.

Meski faktor risiko utama seperti obesitas dan konsumsi alkohol berperan besar, tidak menutup kemungkinan ini diperparah oleh mikroplastik.

"Di dunia yang makin dipenuhi plastik, ketika plastik terkait erat dengan makanan, air, dan udara kita, paparan ini tidak hanya dapat mencapai hati tetapi juga berinteraksi dengan proses penyakit yang sudah ada dan memperburuk kerusakan," tutur Chokshi.

Dampak mikroplastik terhadap kesehatan secara menyeluruh

Selain ditemukan di liver, dalam banyak penelitian, mikroplastik sebenarnya juga ditemukan di berbagai organ tubuh lainnya. Manusia akan terus terpapar mikroplastik karena partikel ini tak bisa hilang.

"Plastik tidak pernah hilang, ia hanya terurai menjadi partikel yang makin halus," ucap Desiree LaBeaud, dokter penyakit menular di Stanford Medicine, seperti dilansir laman Standford Medicine.

Diperkirakan, ada sekitar 10 hingga 40 juta ton metrik mikroplastik dilepaskan ke lingkungan setiap tahunnya. Jika tren ini berlanjut, angka tersebut bisa berlipat ganda pada 2040.

Partikel ini ditemukan di organ dan jaringan, seperti otak, jantung, ginjal, testis, lambung, kelenjar getah bening, hingga plasenta. Bahkan partikel-partikel ini sudah terdeteksi dalam urine, ASI, air mani, hingga mekonium, alias feses pertama pada bayi baru lahir.

"Kita dilahirkan dalam keadaan sudah tercemar," ucap LaBeaud. Meski mikroplastik tak dapat dihindari, ia sepakat mengurangi paparannya bisa menurunkan risiko kesehatan.

"Kita semua perlu berhenti menggunakan plastik sebisa mungkin untuk melindungi kesehatan kita, terutama plastik sekali pakai," kata LaBeaud lagi.

Dengan akumulasi mikroplastik di berbagai organ tubuh, risiko penyakit liver dan kondisi kesehatan lainnya menjadi makin nyata.

Penting bagi kita untuk memahami bahaya ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan kesadaran akan bahaya mikroplastik.

(rti)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |